Suara Denpasar - Pengacara kondang, Kamaruddin Simanjuntak sampaikan pandangannya soal kasus kopi sianida Jessica Wongso dan Mirna Salihin.
Kasus kopi sianida yang menyebabkan kematian Mirna Salihin terjadi pada tahun 2016, Jessica Mirna didakwa sebagai pelaku pembunuhan dan divonis bersalah.
Kasus itu ramai kembali baru-baru ini usai viral film dokumenter yang membahas kasus itu dan menampilkan perspektif yang berbeda.
Banyak yang menyoroti kasus tersebut, salah satunya Kamaruddin Simanjuntak, pengacara terkenal yang namanya naik ketika membela almarhum Brigadir Joshua dalam kasus Ferdy Sambo.
Kamaruddin Simanjuntak berpendapat bahwa ada kemungkinan lain dalam kasus kematian Mirna Salihin.
Menurutnya, bisa saja Mirna Salihin bukan meninggal karena kopi sianida Jessica Wongso, melainkan karena tikus-tikus yang berkelian di mall.
"Saya punya firasat ini. Ada penyebab lain yang menyebabkan dia mati. Apa? Di situ ada tikus-tikus. Tikus-tikus itu ada di atap-atap itu. Dia bebas ke mana-mana," ucap Kamaruddin Simanjuntak dikutip dari suara.com pada Jum'at, (13/10/2023).
"Dan tikus itu diracun oleh sekuritinya itu. Bukan tidak mungkin tikus itu hinggap di dapur kena ke, entah ke gula, entah ke apa namanya, dan dipasang (dimasukkan) kembali ke gelas, kita enggak tahu," lanjutnya. (*/Ana AP)
Berita Terkait
-
Viral Kembali Video Jessica Wongso Menahan Tangis "Saya Capek", Senasib dengan Bharada E di Kasus Ferdy Sambo?
-
Pro-Kontra Film Ice Cold: Murder, Coffee, and Jessica Wongso, Ayah Mirna: Saya Ketipu Sama Netflix
-
Bikin Gaduh! Ungkit kasus Pembunuhan Mirna, Otto Hasibuan Yakin Jessica Wongso akan Kalah di Pengadilan
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Rektor Jadi Tersangka, KPK Bongkar Korupsi Penerimaan Mahasiswa Unsoed
-
HP Xiaomi RAM 12 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan untuk Multitasking Berat dan Fotografi Terbaik
-
Konflik Keraton Solo Memanas! Kubu PB XIV Purboyo Layangkan Somasi ke Gusti Moeng
-
Gibran Turun Gunung, Cicilan Utang Korban Gempa NTT Bakal Dapat Kelonggaran
-
Kritik Manis PAW Patrol: The Dino Movie: Kenapa Anak-anak Harus Selalu Terlihat Berguna?
-
Kendaraan Kustom Makin Marak di Jogja, Legalitas Masih Jadi PR Besar
-
Tenaga Penjualan Jadi Kunci Penguatan Industri Asuransi Jiwa
-
Setelah 4 Tahun Terendam, Jalan Cipayung-Pasir Putih Akhirnya Dibuka Lagi
-
Gamelan Makin Digandrungi di Amerika, Pakualaman Beri Peringatan Keras ke Warga Lokal
-
OSL Indonesia Bidik Peluang Tokenisasi Aset di Tengah Pertumbuhan Ekonomi Digital