Suara Denpasar - Prabowo Subianto akhirnya membuka suara soal peristiwa 98. Karena sejak peristiwa yang menghilangkan sejumlah aktivis saat itu, tuduhan sebagai penculik mulai dialamatkan kepadanya.
Padahal berdasarkan cerita yang disampaikan dalam pidato virtual saat Musyawarah Besar Aktivis 98 Indonesia di Bali, Prabowo Subianto mengaku memang ketika gejolak 98 dia berada dalam rezim, tetapi justru dia adalah salah satu yang mengusulkan agar adanya reformasi.
"Tapi, nah ini yang banyak tidak tahu, tapi suatu saat sejarah yang akan membenarkan bahwa saya bagian dari perwira-perwira muda di dalam TNI yang memegang peran penting yang dalam hati dan praktek juga kita mendukung reformasi," ujar Prabowo Subianto saat memberikan sambutan melalui zoom meeting pada Mubes Aktivis 98 Indonesia tersebut, Sabtu (14/10/2023).
"Saya termasuk perwira yang sejak dini menganjurkan bahwa TNI keluar dari politik. Saya di dalam rezim yang menganut dan menganjurkan prinsip supremasi sipil. Saya di dalam rezim yang terus menganjurkan perlunya reformasi politik," sambungnya.
Menurutnya bahwa setiap bangsa harus dan pasti mengalami pasang dan surut ada saat-saat penuh cobaan, gangguan dan tantangan. Tahun 98, kata dia, merupakan salah satu bagian sejarah bangsa Indonesia. Tahun 98 merupakan suatu masa peralihan dari satu masa ke masa yang lain.
"Dari satu sistem politik ke suatu sistem politik yang lain dan tahun 98 kita kenal dan kita kenang sebagai masa reformasi. Yaitu suatu sistem politik negara yang diharap bisa direformasi lagi ke suatu sistem yang lebih demokratis, lebih berkeadilan dan memiliki tuntutan-tuntutan suatu masyarakat Madani," ujarnya.
Prabowo mengakui bahwa perjuangan aktivis 98 yang membawa dampak yang sangat besar. Yaitu suatu sistem pemerintahan yang lebih demokratis.
"Harapan dan kebutuhan reformasi menjadi sesuatu keinginan untuk lebih demokratis dan lebih bebas dan lebih penuh dengan hak-hak warga negara. Terutama hak asasi dan hak-hak sipil tentunya harus datang dengan suatu ongkos," tandasnya.(Rizal/*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
Film Horor Komedi Gudang Merica Siap Tayang, Kisah Teror Mahasiswa Koas di Rumah Sakit
-
Sapu Jalan Berujung Maut: Petugas PPSU Tewas Ditabrak Mobil Oleng di Pejaten
-
Gebrakan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya: Raih KWP Award 2026 Lewat Visi Transisi Energi
-
Petani Tembakau Madura Desak Pemerintah Ubah Kebijakan Rokok Ilegal
-
Ular di Warung Ibu
-
6 Film Horor 2026 Paling Dinantikan yang Siap Menghantui Bioskop!
-
Bahlil Pastikan Stok BBM Aman: ICP Baru Naik 7 Dolar AS
-
Promo BRI di Point Coffee Seluruh Indonesia
-
6 Shio Paling Hoki Besok 17 April 2026, Cek Apakah Kamu Termasuk
-
DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH