Suara Denpasar – Penjabat Menteri Hak Sosial Spanyol, Ione Belarra menegaskan untuk menyeret Israel ke Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court/ICC) dengan laporan “kejahatan perang”.
Pada laporan itu, Belarra membagikan video mengenai tuduhan Uni Eropa dan Amerika Serikat.
“Terlibat dalam kejahatan perang yang dilakukan Israel,” ungkap surat kabar Spanyol, El Mundo, dilansir Suara Denpasar dari ANTARA, Minggu (15/10/2023).
Ione mengimbau seluruh pihak untuk mengecam tindakan genosida di Jalur Gaza oleh Israel dan membawa perkara ini kepada ICC.
Saat ini, Israel terus menjatuhkan bom dan melakukan blokade Jalur Gaza selama sepuluh hari. Satu juta korban berjatuhan dalam kondisi mengenaskan di Gaza dan hampir setengah penduduk yang bermukim di wilayah itu terusir.
Israel juga mengisolasi penduduk Gaza dengan menghentikan aliran listrik serta menyetop pendistribusian makanan, bahan bakar, dan obat-obatan.
Sehingga kejadian ini mencatatkan sejarah krisis kemanusiaan terparah di dunia. Selain itu, warga yang bermukim di Jalur Gaza bagian utara terpaksa mengungsi ke Gaza bagian selatan. Hal ini berdasarkan peringatan yang dikumandangkan oleh Israel.
Diketahui, runcingnya perpecahan dimulai ketika Hamas memulai Operasi Banjir Al-Aqsa pada 7 Oktober 2023 lalu.
Operasi tersebut merupakan bentuk serangan mendadak dari segala arah kepada Israel. Serangan dari Operasi Banjir Al-Aqsa berupa tembakan roket dan penyusupan anggota Hamas ke Israel melalui jalur darat, laut, dan udara.
Baca Juga: Terbongkar! Ini Target Serangan Israel ke Gaza Palestina, Warga Sipil atau Hamas yang Terancam?
Operasi Banjir Al-Aqsa sebagai bentuk serangan balik Hamas atas tindakan Israel yang menghancurkan Masjid Al-Aqsa dan tingginya angka kekerasan yang dilakukan para pemukim.
Kemudian, Israel membalas dengan Operasi Pedang Besi dengan Hamas di Jalur Gaza sebagai target utama penyerangan.
Tercatat, atas rangkaian penyerangan Israel kepada warga Palestina, telah menelan korban sebanyak 2.750 orang, termasuk 750 anak. Sedangkan korban dari warga Israel mencapai 1.300 orang. (*/Ana AP)
Berita Terkait
-
Ibnu Jamil dan Dimas Seto Saksikan Aksi Solidaritas Palestina di New York
-
Viral Atlet Panahan Riga Kena Framing Disebut Bakal Berangkat ke Palestina Lawan Israel, Bagaimana Faktanya?
-
Soroti Konflik Israel dan Palestina, MUI Kota Depok Minta Umat Muslim Lakukan Hal Ini
-
UNRWA: Lebih dari 1000 Orang di Gaza Harus Mengungsi karena Serangan Israel
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Viral! Fans Seksi Panama Jacky Guzman Ramal Timnya Kalahkan Inggris di Piala Dunia 2026
-
Survei: 81% Pekerja RI Merasa Gajinya Adil, Tapi Tak Semua Bahagia
-
Suatu Malam bersama Tiga Peronda Misterius
-
Adu Gengsi 56 Klub Terbaik Tanah Air, Kejurnas Antarklub Basket U16 & U18 2026 Resmi Dimulai!
-
Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan
-
Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi
-
Serial Anime RE:BEL ROBOTICA Resmi Diumumkan, Berlatar Shibuya Tahun 2050
-
Video Viral Momen Memalukan Leon Goretzka Usai Jerman Dipecundangi Ekuador
-
Ritual Tanda Salib Lionel Scaloni dan Alasan Ogah Rayakan Gol Argentina
-
Iran vs Everybody di Piala Dunia 2026, Mehdi Taremi: Infantino Omong Kosong, FIFA Tak Adil