/
Minggu, 29 Oktober 2023 | 18:41 WIB
Kenapa Megawati Hangestri Tidak Jadi MVP Padahal Terbanyak Cetak Poin saat Red Sparks Kandaskan Pemimpin Klasemen? (Sport News Naver)

Suara Denpasar - Megawati Hangestri, pebola voli Indonesia yang bermain di Liga Voli Wanita Korsel kembali mencatatkan hasil manis dalam laga keempat bersama Red Sparks. Tim yang dibelanya menang atas Hyundai Hillstate. Namun, Megawati tidak menjadi most valuable player (MVP) meski meraih poin paling banyak. Kenapa bisa terjadi?

Dalam pertandingan itu Red Sparks menang tiga set langsung atau 3-0 (25-22, 25-22, dan 25-16). Red Sparks menjadi tuan rumah dalam laga yang berlangsung di Chungmu Gymnasium di Daejeon pada Minggu (29/10/2023).

Megawati kembali mencetak poin paling banyak bagi timnya. Dia mencetak 22 poin.

Lebih banyak dari rekannya, Giovanna Milana, pebola voli asal Amerika Serikat yang mencetak 18 poin.

Akan tetapi dalam pemilihan MVP, Megawati tidak terpilih. Zia menjadi MVP pada pertandingan siang tersebut.

Ini berbeda dengan dua laga kemenangan Red Sparks sebelumnya yang menjadikan Megawati sebagai MVP.

Lantas kenapa Megawati Hangestri gagal jadi MVP meski mencetak poin lebih banyak dari rekannya?

Tentu saja, torehan poin menjadi salah satu faktor salah satu pemain menjadi MVP. Akan tetapi, itu bukan satus-satunya. 

Ada kriteria lain yang bisa menjadikan pemain menjadi MVP. Dalam kasus Red Sparks vs Hyundai Hillstate, Zia yang mencetak poin lebih sedikit juga tampil baik.

Baca Juga: Red Sparks Tim Megawati Hangestri Libas Hyundai Hillstate yang Diperkuat Pemain Thailand dalam 3 Set Langsung

Salah satunya Zia mencetak 4 service ace alis servis maut. Itulah di antara kriteria yang bisa jadi membuuat Zia terpilih sebagai MVP, ketimbang Mega yang meraih poin lebih banyak.

Dilansir dari Sport News Naver, Zia menyatakan terima kasih kepada rekan setimnya.

"Selain itu, rekan satu timku menyemangatiku melalui latihan setiap hari," kata Zia diwawancarai usai menjadi MVP. (*) 

Load More