Suara Denpasar - Gibran Rakabuming jadi perhatian usai resmi jadi Cawapres Prabowo Subianto dari koalisi Indonesia Maju untuk bertarung di Pilpres 2024.
Jalan Gibran jadi Cawapres Prabowo diawali oleh putusan MK yang membolehkan Capres Cawapres meski belum berusia 40 tahun asalkan pernah atau sedang menjabat sebagai kepala daerah.
Bagi pendukung anak Presiden Jokowi itu, mereka menyetujui dan mensyukuri putusan tersebut, sehingga jagoannya bisa tampil di Pilpres 2024.
Akan tetapi, tidak sedikit juga pihak yang kontra dengan keputusan MK yang dianggao tiba-tiba dan dicurigai mencederai kode etik.
Ketua MK Anwar Usman menyutujui permohonan sekelompok mahasiswa yang ingin aturan Capres dan Cawapres terkait batas usia dan persyaratan diubah.
Munculah dugaan bahwa ada kepentingan di balik putusan tersebut, pasalnya Anwar Usman merupakan paman dari Gibran.
Isu tersebut masih bergejolak sampai saat ini, seperti salah satu komentar sindiran di kolom komentar kanal YouTube Gerindra TV dalam video pidato Gibran dan Prabowo usai deklarasi Capres Cawapres.
Anwar Usman bahkan dinilai punya peran penting terhadap karir Gibran Rakabuming hingga bisa jadi Cawapres, terlebih apabila terpilih jadi wakil presiden nanti.
"Mas Gibran, ketika nanti paket anda terpilih, ada satu pesan yang ingin aku titipkan. Jangan lupa mengucapkan terima kasih pada paman mu, (Anwar) yang di MK sana, berkat beliau lah anda sukses melenggang jadi Wapres," tulis akun @yosefustorar1536 dalam kolom komentar YouTube Gerindra TV, dilansir Suara Denpasar pada Selasa, (31/10/2023).
Baca Juga: Jadi Cawapres Prabowo! Bedah Kampus dan Profil Pendidikan Gibran Rakabuming Raka
Akan tetapi, tentu tidak bisa dijawab apakah sang paman yaitu Anwar Usman berperan terhadap Gibran Rakabuming, karena ada dua hakim lain selain Anwar dari 9 hakim MK yang benar-benar 100 persen setuju atas permohonan itu.
Selain itu, pihak pemohon juga bukan dari pihak Prabowo mau pun Gibran, melainkan dari sekelompok mahasiswa PROKLAMASI.
Namun, sampai sekarang putusan MK yang kontroversial itu masih jadi perdebatan lantaran menuai pro dan kontra.
Perjalanan Gibran Rakabuming Menuju Cawapres
Sosok Gibran Rakabuming awalnya tidak bisa jadi Cawapres lantaran usianya belum genap 40 tahun, namun aturan itu sudah diubah.
Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan PROKLAMASI (Pro Kader Lintas Mahasiswa), sekelompok mahasiswa yang meminta putusab batas usia Capres Cawapres diperbaiki.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
Terkini
-
Kursi Dirut PLN Digoyang Isu Reshuffle, Danantara Beri Sinyal RUPSLB Digelar!
-
Debut Impresif di Piala Dunia 2026, Luis Diaz: Saya Mewujudkan Mimpi Masa Kecil
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Mandalika Kembali Jadi Panggung MotoGP 2026, Indonesia Incar Efek Besar Pariwisata
-
Hotel Sultan Dieksekusi, Dasco Minta Kemensetneg Akomodir Nasib Para Karyawan
-
Chelsea Makin Keropos, Enzo Fernandez Dikabarkan Sepakat Gabung Real Madrid
-
KPK Tegaskan Tak Hentikan Penyelidikan Kasus MBG Meski Kejagung Sudah Tetapkan Tersangka
-
Tren Serum Kian Berkembang di Jepang, Brand Asal Indonesia Ikut Meramaikan Pasar
-
7 Rekomendasi Pompa Air Sumur 20 Meter yang Murah dan Hemat Listrik
-
Usai 10 Jam Diperiksa, Sony Sonjaya Keluar dengan Kepala Tegak Tanpa Sepatah Kata