Suara Denpasar - Kerusuhan terjadi di laga Brasil vs Argentina dalam Kualifikasi Piala Dunia yang berlangsung di Stadion Maracana, Brasil.
Masalah bermula ketika suporter Brasil dan Argentina terlibat bentrok menjelang kick-off, saat lagu kebangsaan dinyanyikan.
Polisi yang mengawal pertandingan itu, merespon dengan menyerbu ke arah kerumunan dan memukuli beberapa suporter untuk mengendalikan bentrok.
Namun tindakan itu justru berujung kekacauan yang semakin meluas. Beberapa suporter bahkan tumpah ruah masuk ke lapangan untuk menghindari bentrok.
Bahkan salah satu pendukung Argentina terjatuh di lapangan dengan wajah yang berlumuran. Beruntung ia segera diselamatkan dengan tandu untuk mendapat pertolongan.
Kapten Argentina Lionel Messi memimpin timnya kembali ke ruang ganti dan berusaha menenangkan para suporter.
Sementara kiper Emiliano Martínez berlari ke tribun untuk memprotes cara polisi menangani kekacauan tersebut.
Sebelum laga dimulai, kekhawatiran sempat muncul dari kelompok pendukung Brasil, Anatorg karena tribun suporter Argentina dan Brasil tidak dipisah. Namun kekhawatiran mereka justru diabaikan oleh pihak penyelenggara.
Seperti yang kita tahu, persaingan antara Brasil dan Argentina adalah salah satu laga paling sengit dalam sepak bola internasional.
Baca Juga: Arema FC Kedatangan Pemain Klub Bolivia Gantikan Gustavo Almeida, Siapa Dia?
Sebanyak 69.000 kursi di Maracana terjual untuk pertandingan hari Selasa (22/11/2023) itu. Dan 3.000 kursi di antaranya diberikan kepada fans Argentina yang datang.
Biasanya kedua kubu suporter akan dipisahkan, terutama untuk pertandingan penting seperti Brasil vs Argentina.
Untuk kondisi di Stadion Maracana, fans tandang biasanya ditempatkan di salah satu sudut atas stadion, dengan 'zona penyangga' kosong di bawahnya untuk memastikan kedua grup dipisahkan.
Namun yang terjadi justru fans Argentina ditempatkan dalam satu tribun di salah satu belakang gawang bersama para fans Brasil yang paling bersemangat. Hal inilah yang kemudian memicu bentrok.
Melansir Diario AS, Messi mengungkapkan kekecewaannya atas cara polisi Brasil mengatasi kekacauan suporter.
“Ini juga terjadi di sini, di Copa Libertadores. [Polisi] kembali menindas masyarakat,” ungkap peraih Ballon d’Or 8 kali itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
Terkini
-
Gaji Hakim Indonesia Tertinggi di ASEAN? Ini Perbandingannya dengan Malaysia dan Singapura
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Suporter Bebas Uang Jaminan Visa AS Saat Piala Dunia 2026, Standar Ganda Imigrasi Trump Disorot
-
Pemuda Trowulan Tewas Usai Tabrak Truk Diam di Bahu Jalan Sambiroto Mojokerto
-
Peneliti Ingatkan Target Konservasi Global 30x30 Perlu Utamakan Hak Masyarakat Lokal
-
BPBD Kendari Bantu Bersihkan Sisa Lumpur Pascabanjir di Rumah Warga
-
Xi Jinping Ancam Donald Trump Perang Terbuka Jika AS Terus Ikut Campur Urusan Taiwan.
-
OIC Youth Capital Konya 2026 Resmi Dibuka, Astrid Nadya Rizqita Wakili Indonesia
-
4 Pilihan Samsung Galaxy S Series yang Turun Harga 2026, S25 Ultra Anjlok sampai 4 Juta