Suara Denpasar - Kericuhan terjadi di laga Dewa United vs Persib Bandung pada Minggu (26/11/2023). Menjelang akhir babak pertama, ribuan Bobotoh mendatangi Stadion Indomilk Arena dan memaksa masuk untuk menonton pertandingan.
Aksi ribuan Bobotoh ini menimbulkan kerusuhan antara oknum suporter dan pihak keamanan di luar stadion.
Tak hanya itu, kerusuhan tersebut menyebabkan beberapa fasilitas milik stadion dan mobil operasional Dewa United FC mengalami kerusakan. Juga membuat para warga di sekitar stadion merasa terganggu dan terancam.
Sebelumnya, pihak manajemen Dewa United FC sudah mengumumkan bahwa mereka tidak menjual tiket untuk pertandingan Dewa United FC vs Persib.
Bahkan, mereka telah mengirimkan surat resmi berisi pernyataan tersebut kepada manajemen Persib. Disebutkan di sana bahwa yang dapat menghadiri laga itu hanya tamu undangan.
Keputusan ini juga sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh pihak penyelenggara BRI Liga 1.
Tertulis pada pasal 4 ayat 7 tentang Keamanan dan Kenyamanan, jelas tertera bila pada masa transisi reformasi sepak bola Indonesia, seluruh pertandingan termasuk kompetisi tidak bisa dihadiri suporter tim tamu.
Namun oknum Bobotoh tidak mengindahkan himbauan tersebut dan justru memaksa masuk ke stadion untuk menonton langsung Persib.
Melalui laman resminya, Persib telah mengeluarkan statement yang berisi permintaan maaf kepada pihak manajemen dan fans Dewa United FC, juga para warga sekitar akibat kericuhan yang ditimbulkan oknum Bobotoh.
Baca Juga: Persib Bandung Dikabarkan Incar Kevin Ray Mendoza di Posisi Kiper, Bobotoh Angkat Bicara
Mereka berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi suporter sepakbola Indonesia agar bisa lebih dewasa.
Tak ketinggalan, pelatih Persib Bojan Hodak juga ikut mengomentari perihal kericuhan yang terjadi di luar Stadion Indomilk Arena.
Menurut pelatih asal Kroasia itu, suporter di Indonesia memerlukan edukasi untuk menciptakan kenyamanan dan keamanan di dalam maupun luar stadion.
"Satu hal yang perlu diberikan kepada suporter di sini adalah edukasi. Sama halnya bagi pemain dan pelatih, mereka harus teredukasi," kata Bojan dikutip dari laman resmi Persib.
Hodak juga menambahkan bahwa pertandingan sepakbola bisa menjadi hiburan yang nyaman dan aman yang dapat dinikmati bersama keluarga.
“Ini harus menjadi akhir pekan yang indah bersama anak-anak atau teman-teman. Jadi, itu harus mulai diedukasi sejak masih muda dan jangan membuat ulah di stadion. Sudah seharusnya stadion dipenuhi suporter karena itu yang pemain inginkan," lanjutnya.
Mengenai kericuhan ini, pihak manajemen Dewa United FC berniat untuk melaporkan kejadian itu ke pihak PSSI tentunya disertai dengan beberapa bukti.
"Setelah ini kami akan kumpulkan bukti dan melaporkan kejadian ini kepada PSSI. Harapan kami tentunya insiden ini menjadi yang terakhir di sepak bola kita," jelas Ardian dikutip dari laman resmi Dewa United.
Dengan terjadinya kerusuhan ini, Persib Bandung bisa saja mendapatkan sanksi berupa denda dari pihak PSSI. (*/Ana AP)
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring