Suara Denpasar – Manager Timnas Indonesia, Sumardji mengakui jika Asnawi Mangkualam dkk tak tampil prima pada dua laga awal Kualifikasi Piala Dunia 2026. Hal ini dipengaruhi sejumlah faktor eksternal yang mengiringi tim asuhan Shin Tae-yong tersebut.
Melansir dari suara.com Sumardji blak-blakan menceritakan kondisi Timnas Indonesia pada saat laga tandang pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran kedua.
Seperti diketahui, pada laga awal Grup F Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia putaran kedua, Timnas Indonesia rungkad dari Irak 1-5 dan ditahan imbang 1-1 oleh Filipina.
Sumardji membeberkan salah satu faktor yang membuat Timnas Indonesia tak tampil prima yakni kondisi fisik pemain yang cukup lelah lantaran jadwal yang hampir bersamaan dengan kompetisi Liga. Selain itu perjalanan yang cukup jauh harus ditempuh para pemain membuat fisik anak asuh Shin Tae-yong itu cukup menguras.
“Perjalanan cukup panjang dari Jakarta sampai dengan Basra (Irak). Kan jetlag juga, karena perbedaannya 5 jam dengan kita kan. Saya saja yang tidak main datang ngikuti anak anak merasa capek sekali apalagi mereka,” ujar Sumardji.
Selain faktor waktu dan jarak tempuh, faktor lapangan juga turut mempengaruhi performa Timnas Indonesia.Bahkan kondisi ini membuat mayoritas pemain lecet hingga berdarah saat bermain.
“Kondisi lapangan, aduh ya kalau menurut saya mohon maaf, enggak layak gitu. Satu, lapangan mereka sintetis. Oke, enggak apa-apa sintetis, tapi lapangannya licin juga,” tambahnya.
Salah satu pemain Timnas Indonesia yang mengunggah kondisinya pasca bertanding adalah Asnawi Mangkualam. Melalui laman akun instagramnya @asnawi_bhr, pemain Jeonnam Dragons tersebut nampak memamerkan luka pada bagian kakinya. Nampak kaki Asnawi tak hanya lecet melainkan berdarah di sejumlah titik.
“Terimasih Filipina oleh-olehnya,” tulis Asnawi pada keterangan Instagram storynya. (*/Ana AP)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026