/
Kamis, 01 Januari 1970 | 07:00 WIB
Perjalanan Karier Irjen Ferdy Sambo, Lulusan Akpol hingga Dinonaktifkan (Suara.com/Yasir)

Depok.suara.com - Irjen Ferdy Sambo dikabarkan menyebarkan dana untuk memuluskan skenario palsu tentang kematian Brigadir J, salah satunya kepada DPR. Bocoran aksi ini didapat oleh Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso.

"Jadi saya dapat informasi, ada pengucuran dana besar-besaran. Untuk cipta kondisi, pada skenario FS (Fer) itu diterima semua pihak," ujar Sugeng saat dihubungi Suara.com, Minggu (14/8/2022).

Tak tanggung-tanggung IPW mendapat bocoran informasi jika dana yang digelontorkan juga sampai ke DPR. Meski demikian, IPW masih belum memastikan kabar tersebut.

"Satu ke DPR, ini ada informasi DPR juga mendapatkan. Menjadi pertanyaan seperti Pak Mahfud, Apakah DPR itu dapat guyuran dana? Ini pertanyaan ya, bukan tuduhan. Kenapa DPR diam? Apakah mendapat guyuran dana?" kata dia.

Adanya bagi-bagi uang oleh Ferdy Sambo disebut IPW harus menjadi catatan penting bagi Tim Khusus Polri. Khususnya melakukan pendalam terhadap 31 polisi melanggar etik karena diduga terlibat dalam skenanrio palsu Ferdy Sambo. Terlebih pada pengakuan Bharada E, tersangka kasus ini dijanjikan uang Rp 1 miliar.

"Mereka yang terlibat, 31 orang ini harus ditanya. Apakah menerima duit enggak? Kan Bharada E sudah ngomongkan Rp 1 miliar, iya kan," ujarnya.

Ketua LPSK, Hasto Atmojo Saros sebelumya, mengungkap upaya Ferdy Sambo menyogok lembaganya. Dia mengatakan upaya tersebut bukan lagi dugaan, namun benar terjadi.

Sumber: Suara.com

Baca Juga: Situs Kostrad Diretas Indian Cyber Mafia, TNI AD: Data-data Aman

Load More