Depok.suara.com, Pusat Perbelanjaan di Margonda Kecamatan Beji diminta membantu dalam upaya percepatan vaksin Booster.
Ketua Satgas Penanganan Covid 19 Kelurahan Kemirimuka Kecamatan Beji Friansyah kepada wartawan mengatakan belum lama ini, pemerintah menetapkan vaksin booster menjadi syarat bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan dalam negeri dan melakukan kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan.
Salah satunya adalah memasuki area pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan, setiap pengunjung harus sudah mendapatkan vaksin booster.
"Nah sepatutnya manajemen pusat perbenjaan juga memberikan pelayanan pemberian vaksin booster untuk warga," katanya.
Dia menambahkan ada salah satu Pusat Perbelanjaan di Margonda hingga saat ini belum berpartisipasi dalam kegiatan vaksin.
"Kami ngak tau dengan manajemen mal tersebut yang lain mau tapi yang satu ini belum ngadain tempat pelayanan vaksin "katanya.
Friansyah menambahkan, adanya pelayanan vaksin di Mal diharapkan agar masyarakat yang belum mendapatkan booster dapat segera mengikuti agenda vaksinasi sehingga dapat menghindari penyebaran Covid-19.
Sementara itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok Dadang Wihana menyebut Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terus berupaya melakukan percepatan vaksinasi dosis ketiga atau booster kepada masyarakat.
Dia mengimbau masyarakat untuk segera melakukan vaksin booster. Karena saat ini capaian vaksinassi booster di Kota Depok baru mencapai 31 persen.
Baca Juga: NCT Dream Umumkan Jadwal Baru untuk Konser 'The Dream Show 2: In A Dream'
Namun, baginya ada dua kemungkinan masih rendahnya data capaian vaskinassi booster di Kota Depok.
“Ini ada dua kemungkinan. Pertama sebenarnya banyak yang sudah vaksin di wilayah lain, tetapi tidak melaporkannya kepada kami. Kedua, banyak masyarakat yang mungkin sudah merasa Covid-19 ini biasa saja,” jelasnya.
Untuk masyarakat yang ingin melakukan vaksinasi bisa datang ke puskesmas terdekat, ataupun ke gerai-gerai vaksin yang sudah disediakan, baik dari Pemkot Depok, TNI, dan Polri
Berita Terkait
-
Capaian Vaksinasi Booster di Bantul masih 24,45 Persen, Binda DIY Kebut Distribusi Vaksin hingga 70 Persen
-
Pengeboran Proyek Underpass Akan Dimulai, Petugas Lakukan Rekayasa Lalu Lintas
-
Manfaat Vaksinasi Penguat Kedua, Dokter: Dapat Tingkatkan Daya Tahan Tubuh
-
Panggung Apung Situ Rawa Kalong yang Baru Diresmikan Ridwan Kamil Digembok, Publik: Depok Mah Emang Beda
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya
-
Koleksi Terbaru Musim Panas 2026, Pedro Tawarkan Gaya Pesisir yang Ringan, Elegan, dan Timeless
-
Cuma di Jakarta, Penonton Konser Westlife Bisa Bawa Pulang Gelang LED Eksklusif
-
Skandal QRIS Rp2,5 Miliar di Medan, Korban Minta Keadilan
-
Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional
-
Pembagian Daging Kurban Berapa Kg untuk Tiap Penerima? Ini Ketentuan Sesuai Syariat
-
Lagi Butuh Healing? 7 Destinasi Spa Mewah di Western Australia Ini Bikin Pikiran Reset Total
-
Percabulan di Pati: Pak, Anjing Saya Saja Tidak Seperti Itu
-
Studi Ungkap Cuaca Ekstrem Bisa Pangkas Jarak Tempuh Mobil Listrik dan Mobil Hybrid
-
Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan