Otomotif / Mobil
Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:41 WIB
Mobil listrik. (freepik)
Baca 10 detik
  • Riset AAA mengungkapkan efisiensi mobil listrik dan hybrid menurun signifikan ketika digunakan dalam kondisi cuaca ekstrem.
  • Pengujian laboratorium menunjukkan suhu dingin ekstrem menurunkan jarak tempuh mobil listrik hingga 39 persen pada suhu tertentu.
  • Efisiensi bahan bakar mobil hybrid terbukti ikut menurun hingga 22,8 persen saat dioperasikan pada kondisi suhu rendah.

Suara.com - Jarak tempuh mobil listrik dan mobil hybrid termasuk efisiensi bahan bakarnya di kondisi nyata ternyata tidak selalu sama seperti klaim pabrikan.

Hal tersebut diketahui dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari gaya berkendara hingga kondisi jalan. Selain itu, suhu lingkungan juga disebut memiliki pengaruh besar terhadap performa kedua jenis kendaraan tersebut.

Riset terbaru dari AAA menunjukkan mobil listrik dan hybrid sama-sama mengalami penurunan efisiensi saat digunakan di cuaca ekstrem.

Dalam pengujiannya, AAA menggunakan tiga mobil listrik dan tiga kendaraan hybrid yang diuji di laboratorium menggunakan dynamometer, yakni alat simulasi yang memungkinkan kendaraan diuji layaknya sedang melaju di jalan.

Selama pengujian, suhu kabin kendaraan diatur di kisaran 22 derajat Celcius. Sementara suhu ruangan dibuat dalam tiga kondisi berbeda, yakni minus 6,7 derajat Celcius, 23,9 derajat Celcius sebagai kondisi ideal, dan 35 derajat Celcius untuk mensimulasikan cuaca panas.

Dengan suhu 23,9 derajat Celcius sebagai acuan, AAA menemukan bahwa ketika temperatur naik hingga 35 derajat Celcius, mobil listrik mengalami penurunan jarak tempuh rata-rata sebesar 8,5 persen. Pada kondisi yang sama, efisiensi energinya juga turun sekitar 10,4 persen.

Sementara itu, kendaraan hybrid justru mencatat penurunan yang sedikit lebih besar saat cuaca panas dengan efisiensi bahan bakar turun hingga 12 persen.

Adapun ketika suhu diturunkan menjadi minus 6,7 derajat Celcius, mobil listrik mengalami dampak paling signifikan. Dalam kondisi tersebut, efisiensi kendaraan listrik tercatat turun hingga 35,6 persen yang membuat jarak tempuhnya menyusut rata-rata sampai 39 persen.

Kendaraan hybrid pun ternyata ikut terdampak saat cuaca dingin. AAA mencatat efisiensi bahan bakar mobil hybrid turun hingga 22,8 persen pada temperatur yang sama.

Baca Juga: Cuma Segelintir, Ini Deretan Mobil Listrik dengan Baterai Nikel di Indonesia

“Mobil listrik memang sangat efisien saat digunakan pada suhu moderat, namun performanya bisa turun cukup signifikan ketika cuaca terlalu dingin,” ujar Greg Brannon, Direktur Automotive Engineering and Research AAA, dikutip dari Carscoops, Sabtu (9 Mei 2026).

Menariknya, Brannon juga mengaku cukup terkejut saat melihat kendaraan hybrid ikut mengalami penurunan efisiensi bahan bakar hingga hampir 23 persen pada suhu rendah.

Dengan demikian, Brannon menyarankan konsumen yang ingin membeli mobil listrik ataupun hybrid untuk mempertimbangkan kondisi iklim, biaya energi, serta pola penggunaan kendaraan agar sesuai dengan kebutuhan sehari-hari.

Load More