/
Senin, 15 Agustus 2022 | 17:53 WIB
Potret Komnas Han usai melakukan cek TKP di rumah dinas Ferdy Sambo (Suara.com)

Depok.suara.com, Setelah melakukan pengecekan di lokasi kejadian penembakan Brigadir J di rumah dinas mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, Senin (15/8/2022) alias cet TKP, Komnas HAM mendapat sejumlah hal yang haru didalami.

Selain itu, berdasarkan hasil pemeriksaandi TKP, dugaan tentang obstraction of justice atau penghalangan proses hukum semakin kuat dalam peristiwa tersebut.

"Berdasarkan pengecekan di TKP semakin menguatkan dugaan obstraction of justice atau upaya penghalangan proses hukum dalam peristiwa ini," ungkap Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam seperti dikutip Suara.com.

Lebih lanjut Choirul Anam mengatakan,  terdapat sejumlah hal yang mereka dalami. Komnas HAM melakukan pendalaman diantaranya yakni soal posisi jenazah Brigadir J usai ditembak hingga titik bekas tembakan di rumah dinas Ferdy Sambo.

"Terkait posisi jenazah dan sebagainya. Itu juga betul dan lokasi yang lain, lubang-lubang tembakan juga kami cek, dengan bahan yang sudah kami punya dan ternyata betul, dan kami juga dijelaskan tadi sudut tembakan," terangnya.

Di samping itu, kata Choirul Anam, pihaknya juga memasuki sejumlah ruangan yang diduga berkaitan dengan peristiwa penembakan.

"Kami menguji semua yang sudah kami dapatkan, beberapa foto sebelum-sebelumnya yang kami dapatkan dari pelacakan kami di siber. Kami cek, apakah betul ruangannya dan sebagainya dan ternyata betul," katanya.

Sumber: Suara.com

Baca Juga: Biasakan Jalan Kaki Setelah Makan, Bisa Turunkan Risiko Diabetes Lho!

Load More