/
Minggu, 21 Agustus 2022 | 09:12 WIB
Ilustrasi penyakit cacar monyet atau monkeypox. (Pixabay)

Depok.suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta agar masyarakat tetap tenang menghadapi pengumuman cacar monyet pertama di Indonesia.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Mohammad Syahril menyebut gejala yang dialami oleh pasien relatif ringan daripada virus Covid 19.

"Cacar monyet ini tidak terlalu berat sakitnya, agar kita tenang, malah kalau kita bandingkan dengan COVID-19 jauh, ya, COVID-19 ini sangat jauh beratnya, untuk itu kita tenang dengan maksud bahwasanya sebetulnya cacar monyet ini bisa sembuh sendiri, self limiting disease," kata Syahril dikutip dari ANTARA, Sabtu (20/8/2022).

Dia menjelaskan penyakit cacar monyet mempunyai masa inkubasi selama 21-28 hari dan biasanya pasien akan sembuh dengan sendirinya selama pasien tidak memiliki komorbid atau menderita infeksi tambahan.

"Kalau pasien tidak ada komorbid, tidak ada immunocompromised dan tidak ada pemberat-pemberat yang lain, Insya Allah sebetulnya pasien ini bisa sembuh sendiri," katanya.

Dirinya menyebutkan berdasarkan laporan kasus cacar monyet di dunia, sangat kecil ditemukan jumlah pasien meninggal hanya sekitar satu persen dari seluruh penderita.

Dari data laporan dunia, dari 39.700 tadi, ada 400 yang meninggal, itu sekitar 1 persen, jadi kecil sekali, jauh dibandingkan dengan COVID yang sampai kadang-kadang 10 persen sampai 15 persen ya, tinggi sekali," katanya.

Tidak seperti pasien COVID 19, pasien cacar monyet yang dirawat di rumah sakit tidak memerlukan ruang isolasi negatif.

"Ruang isolasi-nya itu berbeda, walaupun sama-sama ruang isolasi, kalau ruang isolasi COVID itu dengan tekanan negatif, tapi kalau untuk cacar monyet tidak memerlukan ruang isolasi yang bertekanan negatif," tutur Syahril.

Baca Juga: PKS: Pemerintah Super Tega Kalau Cuma Dengar Kata Menteri Naikan Harga BBM, Tapi Tak Dengarkan Rakyat

Sejauh ini pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah penyebaran penyakit cacar monyet yaitu dengan melakukan deteksi, pencegahan dan edukasi kepada masyarakat.

Sumber: Suara.com

Load More