/
Kamis, 25 Agustus 2022 | 19:35 WIB
Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso saat dipanggil MKD DPR. (Suara.com/Novian)

Dalam pertemuan itu, anggota DPR membahas perihal Ferdy Sambo. Kepada Sugeng, anggota DPR itu menyebutkan bahwa Sambo merupakan korban, bahwa Sambo sedang dizalimi, bahwa Sambo merasa harga dirinya terinjak-injak dan Sambo sangat menyesal kenapa bukan dia saja yang menembak Brigadir J.

"Saya dengerin. Jadi gimana, bos. Ya begitu. Jadi kejadiannya seperti itu. Bahwa dia itu istrinya dilecehkan. Persis sama dengan yang dilontarkan Karopenmas,” ucap Sugeng.

Setelah komunikasi dengan anggota DPR tersebut Sugeng kemudian mendapat panggilan telepon dari anggota DPR lainnya.

“Ada satu lagi anggota DPR, dia menelepon. Saya telepon balik. Karena ditanya ada apa sih. Saya cuma telepon. Ini bang soal kasus Sambo ini menurut saya janggal. Dia tidak mempengaruhi kalau ini. Benar,” tambah Sugeng.

Tetapi, kemudian hari, anggota DPR itu justru tersinggung dengan Sugeng.

“Justru dia yang tersinggung chat panjang. Bang kan saya nggak bilang abang mempengaruhi di publik. Ada masalah apa, saya bilang,” urai Sugeng.

Selain dihubungi anggota DPR, Sugeng juga sempat dikunjungi oleh Perwira menengah polisi berpangkat Kombes pada 15 Juli 2022.

“Ada satu Kombes Baintelkam datang menemui saya. Sama ceritanya persis seperti anggota DPR yang pertama. Pelecehan. Kemudian korban. Dia marah. FS itu tidak ada di lokasi. Sedang PCR,” tutur Sugeng.

Dari tiga komunikasi itu, Sugeng memastikan bahwa pihak-pihak yang menghubungi dirinya tidak menawarkan transaksi apapun, terutama penawaran uang terhadap Sugeng dalam kaitan kasus Ferdy Sambo.

Baca Juga: Film Mencuri Raden Saleh Resmi Dirilis, Langsung Curi Perhatian Penonton

“Saya kan menganalisis dan saya punya informasi. Jadi saya tetap. Tidak ada pada mereka tawaran uang sama saya. Karena selama saya menjadi aktivis nyaris tidak ada yang berani nawarin duit ke saya,” papar Sugeng.

Keterangan tersebut merupakan penyampaian secara terbuka dari Sugeng di dalam rapat MKD. Ia tidak membeberkan lebih lanjut. Tetapi ia bersedia bercerita lebih dalam apabila rapat dibuat tertutup.

“Jadi itu pak. Jadi tiga ini. Jadi kalau mau didalami saya berharap ini informasinya sampai di sini saja. Tapi kalau mau didalami tertutup. Saya minta tertutup tentang identitas,” tandasnya.

Sumber: Suara.com

Load More