Depok.suara.com, Keberadaan Separator di Jalan Margonda di Kecamatan Beji sering menimbulkan kecelakaan lalu lintas perlu dikaji ulang.
Ketua DPRD Kota Depok TM Yusufsyah Putra kepada wartawan mengatakan, keberadaan separator di Jalan Margonda perlu dikaji kembali keberadannya.
"Ya separator itu berfungsi sebetulnya untuk memperlancar dari lalu lintas yang ada. Kalau memang dirasakan ada kendala, saya minta juga dikaji oleh Dishub berkenaan dengan penggunaan separator," katanya.
Yusuf menyebut saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Depok tengah merencanakan pelebaran trotoar di Margonda dan bisa terealisasi.
Yusufsyah Putra meminta Dishub Kota Depok untuk tanggap menyikapi permasalahan itu. Terlebih, jika polisi telah menyurati Dishub untuk mengkaji pembongkaran separator.
"Ya (Dishub) proses lebih cepat tanggap dan juga dilakukan dengan kajian. Mungkin juga kepolisian sudah mengkaji tinggal dibahas terhadap surat yang sudah masuk ke Dishub," katanya.
Apabila kajian itu telah dilakukan oleh Dishub, lanjut Yusuf, laporannya bisa diajukan ke Wali Kota kemudian ke DPRD.
"Nanti Dishub bisa menyampaikan ke Wali Kota dan pengusulan ke DPRD berkenaan dengan kajian yang sudah dilakukan oleh kepolisian," kata Yusufsyah.
"Karena memang kalau misalkan sudah dikaji dengan baik oleh pihak kepolisan harus segera, karena mungkin separator itu juga mengakibatkan kecelakaan," sambungnya.
Baca Juga: Inflasi 2022 Tergantung Rencana Kenaikan Harga BBM, Ini Penjelesan Ekonom
kejadian mobil tersangkut separator Jalan Margonda ini sering terjadi. Separator jalan di Margonda, Depok, ini juga banyak dikeluhkan warga karena kerap menimbulkan kecelakaan.
Sementara itu salah satu warga di Kelurahan Kemirimuka Doni menambahkan separator yang kerap terjadi kecelakaan seperti di depan KFC Margonda, dan lokasi lainnya.
Berita Terkait
-
Tole Iskandar dan Margonda Diusulkan Masuk Dalam Pembelajaran di Sekolah
-
Brak! Sopir Bus Pelangi Tewas usai Hantam Dump Truk di Rokan Hilir
-
Jasa Raharja Tunaikan Tanggung Jawab Kepada Ahli Waris Kecelakan Maut Di Bekasi Dengan Santunan
-
Setiap Jumat, Pegawai Dishub DKI Wajib Bersepeda, Syafrin Liputo Pastikan Ada Sanksi Bagi yang Melanggar
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
-
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
Terkini
-
Inter Milan Optimistis Balikkan Keadaan Kontra Bodo/Glimt di San Siro
-
Gugat Gubernur Banten Karena Jalan Rusak, Pemprov Siap Hadapi Tukang Ojek Pandeglang
-
Bernardo Tavares Fokus Benahi Bola Mati Jelang Persebaya Hadapi PSM Makassar
-
Jadwal Imsakiyah Ramadan di Samarinda, Rabu 25 Februari 2026
-
3 Fakta Ayah dan Anak Terseret Lahar Semeru, Siswi SD Hanyut 5 Meter di Sungai Regoyo
-
Deretan Film Horor yang Akan Diparodikan di Scary Movie 6, Ada Nominasi Oscar
-
Terlalu Tangguh, Timnas Futsal Putri Indonesia Tumbang 0-3 dari Thailand di Laga Perdana
-
Penjaga Kantin Ditahan Terkait Kaburnya 8 Tahanan Polres Way Kanan, 3 Sudah Ditangkap
-
Konflik Kartel Meksiko Geser Rantai Pasok Narkoba ke Indonesia, BNN Waspadai Jalur Alternatif
-
KPK Turun Tangan! Proyek Besar Pemkab Bogor Kini Diawasi Ketat Biar Tak Jadi Ladang Korupsi