Depok.suara.com, Diduga akibat putung rokok yang dibuang sembarangan, sebuah toko Sembako Grosir dan Eceran Bhakti Karya di Jalan Raya Muchtar RT.001/08, Sawangan, Kota Depok, Minggu (4/9) ludes terbakar.
Adanya kebakaran di salah satu ruangan toko sembako mengakibatkan para pengunjung berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri dari kobaran api.
Kepala Bidang Pengendali Operasi (Kabid PO) Damkar Kota Depok, Welman Naipospos saat dikonfirmasi wartawan mengatakan UPT Bojongsari mendapatkan laporan Toko Sembako Bhakti Karya terbakar.
"Tim dengan menurunkan tiga unit mobil damkar ke lokasi kejadian untuk memadamkan api,"katanya.
Dia menambahkan kepulan asap berasal dari lantai tiga tempat penyimpanan peti telur kosong.
"Api dapat segera dipadamkan oleh petugas kami sehingga api tidak merembet ke lokasi lain," ujarnya.
Hambatan di lokasi tidak ada APAR, dan tidak ada Ventilasi sehingga asap mengebul pada saat proses pendinginan di lokasi ruangan yang terbakar.
Sementara Danru UPT Bojongsari, Edi (Edot) menambahkan api tidak cepat menjalar ke barang-barang lain lantaran tim keburu datang dan langsung melakukan pendinginan.
"Lokasi yang terbakar di lantai 3 tempat gudang kosong ditaruh peti telur yang terbuat dari kayu sehingga menimbulkan terbakar.
Baca Juga: Ada Adegan Rekonstruksi yang Hilang Pembunuhan Brigadir J, Komnas HAM Ungkap Kronologisnya
Dugaan sementara kebakaran tersebut putung rokok yang dibuang sembarangan yang menjabar ke peti telor didalam ruangan.
Atas kejadian ini tidak ada korban jiwa dan kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Berita Terkait
-
Lima Rumah di Pekanbaru Terbakar, Pemadaman Sempat Terkendala Kerumunan Warga
-
Harga BBM Pertalite Eceran di Medan Ikut Terkerek Naik Menjadi Rp 12 Ribu
-
Minibus Bertangki Modifikasi Terbakar saat Isi Pertalite di SPBU Mini Jambi
-
Harga BBM Naik, Pedagang Eceran di Medan Juga Naikkan Harga Pertalite Jadi Rp 12 Ribu
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026