/
Kamis, 08 September 2022 | 15:55 WIB
Potrer ilustrasi kecap manis (istimewa)

Depok.suara.com, Badan Makanan Singapura (SFA) secara resmi telah menarik sejumlah produk dari beberapa negara termasuk Indonesia lantara adanya alergen yang tidak diumumkan.

Dalam siaran persnya, SFA menyampaikan bahwa produk yang ditarik dari peredaran di Singapura antara lain, ABC Kecap Manis, ABC Sambal Ayam Goreng Saus dan Fukutoku Seika Soft Cream Wafer.

Dari seluruh produk yang diumumkan tersebut, salah satunya adalah dari Indonesia yaitu kecap manis ABC dan ABC Sambal Ayam Goreng Saus yang disebut mengandung sulfur dioksida.

Melansir laman channelnewsasia, penarikan kembali berlaku untuk semua Kecap Manis ABC yang diimpor oleh New Intention Trading, dengan tanggal kedaluwarsa 26 Juni 2024. 

Sambal Ayam Goreng ABC Saus yang diimpor oleh Distributor Arklife dan memiliki tanggal kadaluwarsa 6 Januari 2024. 

Selain itu, SFA juga mendeteksi di dalamnya adanya asam benzoat, yang tidak disebutkan pada label kemasan makanan.

Namun, lanjut SFA kadar sulfur dioksida dan asam benzoat yang terdeteksi berada dalam batas yang diizinkan dalam saus.

Sementara Fukutoku Seika Soft Cream Wafer, yang berasal dari Jepang, ditemukan mengandung alergen putih telur dan tepung terigu yang tidak dideklarasikan. 

Batch yang terpengaruh diimpor oleh Sinhua Hock Kee Trading, dan dilengkapi dengan tanggal kedaluwarsa 20 April 2023.

Baca Juga: Masuk Gereja Pertama Kali, Wajah hingga Tubuh Salmafina Sunan Merinding

"Alergen dalam makanan bisa mengakibatkan reaksi alergi pada individu yang sensitif terhadapnya," ungkap SFA. 

Berdasarkan peraturan makanan Singapura, produk makanan yang mengandung bahan yang diketahui menyebabkan hipersensitivitas harus dicantumkan pada label kemasan makanan.

"Semua bahan dalam makanan kemasan juga harus dicantumkan pada label produk dalam urutan menurun dari proporsi beratnya," terang SFA.

SFA juga menambahkan, kehadiran alergen belerang dioksida, putih telur dan tepung terigu tidak menimbulkan masalah keamanan pangan bagi konsumen pada umumnya, kecuali bagi mereka yang alergi terhadapnya.

"Untuk itu, bagi konsumen yang telah membeli produk yang terkena dampak, dan yang alergi terhadap alergen, sebaiknya tidak mengkonsumsinya," kata SFA.

"Konsumen dapat menghubungi tempat pembelian mereka untuk pertanyaan."sambung SFA.

Load More