TANTRUM - Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Adib Khumaidi, kemungkinan pelonggaran masker belum bisa dilakukan saat ini.
Kenaikan kasus COVID-19 masih tercatat fluktuatif, sehingga masyarakat disarankan untuk memakai masker di dalam ruangan.
"Kalau sekarang dari data yang ada, masih ada peningkatan kasus, kita belum merekomendasikan ke arah sana, jadi artinya tetap kita masyarakat harus memakai masker," ujar Adib dicuplik dari detikcom, Kamis, 8 September 2022.
Sementara Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2P) Kementerian Kesehatan RI Maxi Rein Rondonuwu, menyebut kemungkinan masyarakat bisa kembali hidup 'normal' jika tak ada lagi varian baru Corona dengan karakteristik lebih 'ganas'.
"Januari tahun depan? Ya semoga, sangat tergantung daripada peningkatan kasus dengan adanya sub varian baru, jadi Indonesia bisa bebas? Bisa," jelas Maxi.
Dalam kesempatan terpisah, Guru Besar Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof Amin Soebandrio, meyakini mutasi COVID-19 juga tampaknya kian melemah.
"Walaupun virus itu terus bermutasi tapi sebagian besar mutasi itu justru membuat virusnya tambah lemah," kata Prof Amin dalam konferensi virtual di channel Youtube BNPB.
Kabar baiknya, hanya 4-6 persen yang berhasil 'bertahan' atau beradaptasi dengan lingkungan.
"Artinya (4-5 persen) ini lebih bisa menyesuaikan diri terhadap tekanan lingkungannya baik itu obat ataupun antibodi dan sebagainya," ucapnya.
Baca Juga: Untuk Pertama Kalinya Seorang Polwan Dajukan dalam Sidang Kode Etik terkait Kasus Fredy Sambo
Kemarin (Rabu, 7/9/2022), Malaysia hingga Singapura mencabut aturan wajib masker dalam ruangan. Pemakaian masker akan menjadi pilihan masing-masing orang di Malaysia.
"Masker wajah di dalam ruangan akan segera menjadi opsional," kata Menteri Kesehatan Khairy Jamaluddin.
Khairy menambahkan bahwa masker tetap wajib dipakai di transportasi umum dan fasilitas kesehatan. Pelonggaran terbaru ini dilakukan saat situasi COVID-19 terus membaik di Malaysia.
Kasus baru COVID-19 di Malaysia telah menurun sejak puncak sebelumnya mencatat lebih dari 30.000 infeksi pada Maret tahun ini. Singapura juga sudah lebih dulu mencabut aturan masker di akhir Agustus.
Berita Terkait
-
Ide Buat Konten Kreator Indonesia agar Dapat Cuan Banyak
-
Terus Diributkan, Singapura Siap Ambil Alih Formula E Jakarta
-
Ada Apa dengan Produk ABC? Singapura Tarik Peredaran Saus Sambal Ayam Goreng dan Kecap Manis
-
Jokowi Sebut Butuh Pemikiran Abu Nawas Hadapi Krisis
-
Yang Bikin Pertalite Lebih Mahal Dibanding BBM Oktan 95 Milik Malaysia
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Ini Tampang Pria yang Tega Sekap Perempuan di Cileunyi hingga Alami Kebutaan dan Bibir Sumbing
-
Perang Bintang AADC di Pasar Obat Herbal
-
BMKG Petakan Kemarau di Sumsel, Sejumlah Daerah Mulai Masuk Zona Kering
-
Harga DMO Batu Bara Dirombak, Apa Dampaknya bagi PTBA dan PLN?
-
Pelaku Penyekapan Tragis Bandung Ditangkap, Dedi Mulyadi Puji Gerak Cepat Polda Jabar
-
Harga Karet Sumsel Tetap di Atas Rp40 Ribu saat Dolar Menguat, Kok Petani Belum Lega?
-
Ketika Olahraga Jadi Cara untuk Mengenalkan Sustainability
-
Gudang Balepress Rp16,4 Miliar Diamankan di Kalbar, Kenapa Pemiliknya Misterius?
-
Polda Jabar Tangkap Taufik Hidayat di Bandung Raya
-
Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata