/
Jum'at, 09 September 2022 | 09:43 WIB
Potret ilustrasi angkot (dok.istimewa)

Depok.suara.com, Kenaikan Harga BBM sangat dirasakan oleh para sopir angkot di Kota Depok, pasalnya, ditengah sulitnya kondisi seperti saat ini, mereka harus mengeluarkan kocek lebih agar angkotnya bisa terus beroperasi.

Untuk dapat bertahan dengan kondisi yang ada, para sopir angkot di Kota Depok terpaksa harus menaikan tarif meski belum ada kebijakan resmi dari pemerintah setempat.

Hariyanto yang merupakan sopir angkot D 06 jurusan Terminal Depok-Simpangan mengatakan bahwa rata rata sopir angkot sudah menaikan tarifnya pas harga BBM naik diumumkan.

Untuk naiknya sendiri kata Hariyanto, bervariasi, mulai dari Rp.1000 hingga 2000 dilihat dari jarak penumpang naik turun.

"Pas BBM diumumkan naik, besok harinya mau ngak mau tarif kita juga naikin,"katanya.

Namun demikian, kata Hatiyanto, saat ini dirinya masih menunggu kebijakan pemerintah terkait tarif baru yang akan diberlakukan setelah kenaikan harga BBM.

"Kalau kita engak taikin ya bisa ngak nutup setoran," katanya.

Sementara itu hal yang sama pun dikatakan Sopir D 09 Pasar Pucung-Terminal Depok,  Karsono yang juga telah menaikan tarih angkotnya.

"Tarif lama biasanya Stasiun Depok-Pasar Pucung Rp 6000 naik menjadi Rp 8000. Sementara tarif untuk pelajar jarak dekat Rp 3000, jarak jauh Rp 5000," kata Karsono.

Baca Juga: Saat Paling Menyedihkan Pangeran Charles Setelah Ratu Elizabeth Meninggal Dunia

"Untuk saat ini penumpang tidak ada yang protes akan kenaikan tarif mungkin mereka sudah memahaminya," sambung Karsono.

Sementara itu, Sopir angkot trayek 06 jurusan Terminal Depok-Simpangan-Terminal Jatijajar, Nasir juga mengatakan, setelah 30 tahun dirinya menjadi sopir angkot, baru kali ini dirinya mengalami kondisi yang sangat berat.

 “Waktu awal pandemi memang berat, tetapi tidak seberat saat ini,” ucapnya.

Dia mengungkapkan bahwa saat ini para sopir angkot di Kota Depok tengah dilema menunggu kebijakan yang dikeluarkan pemerintah

"Hingga kini belum ada edaran resmi dari pemerintah untuk menaikan tarif, sehingga kami dilema dan masih menunggu,” ungkapnya. 

Untuk itu, kata Nasir, dirinya meminta agar pemerintah segara mengelaurkan kebijakan tarif angkot terbaru, sebagai sebuah solusi dari dampak kenaikan BBM. 

Load More