Depok.suara.com - Komnas HAM menyebut banyak pihak yang melakukan pelenyapan barang bukti dalam kasus pengungkapkan kematian Brigadir J.
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan menjelaskan bahwa Ferdy Sambo memiliki peran yang sangat besar dalam jajaran kepolisian. Hal ini yang membuatnya memiliki kekuatan menekan para anak buahnya untuk menghilangkan barang bukti.
Diketahui banyak barang bukti yang dilenyapkan dan dirusak oleh anggota polisi, seperti rekaman CCTV termasuk juga ponsel
Karena itu jelas Taufan perlu ada pendekatan penyidikan dengan metode scientific investigation seperti dengan metode uji kejujuran dengan alat pendeteksi kebohongan atau lie detector sangat penting.
Sejauh ini semua tersangka utama sudah dilakukan pemeriksaan dengan metode ini.
Para anak buah Ferdy Sambo seperti Bharada E, RR, serta Kuat Makruf sudah keluar hasil pemeriksaannya dengan metode ini.
"Pendekatan scientific investigation itu penting didukung ahli dan instrumen semisal lie detector, karena banyak barang bukti telah dihilangkan oleh pelaku dan kelompoknya melalui langkah sistematik obstruction of justice," jelas Taufan dalam keterangannya, Sabtu (10/9/2022) dari laman PMJnews.
Taufan meminta kepada penyidik untuk menindaklanjuti hasil temuan Komnas HAM dan memastikan dalam prosesnya berjalan transparan.
Sumber: Suara.com
Baca Juga: BTS, SEVENTEEN, dan THE BOYZ Puncaki Daftar Boy Group K-Pop Terpopuler Bulan September
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Apa itu Helicopter Parenting? Dikaitkan dengan 16 Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual
-
6 Rekomendasi Sabun Mandi Aroma Buah yang Segar Dipakai Pagi-Pagi
-
Fakta-fakta Buyback ASLC, Harga Sahamnya Masih Tertahan di Level Rp70
-
BEI Cabut Suspensi Saham MSIN dan ASPR, Cek Jadwal Perdagangannya!
-
Jatim Hattrick OTT KPK, Wagub Emil Soroti Moralitas Personal: Dalamnya Hati Siapa yang Tahu?
-
Tak Gentar Polemik Paspoortgate, Striker Subur Ini Tetap Impikan Bela Timnas Indonesia
-
6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
-
LANY Gelar Konser 2 Hari di Jakarta, Ini Harga Tiketnya
-
Kreator Go For It Nakamura-kun! Hapus Akun X Usai Hadapi Dugaan Pelecehan
-
Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!