Depok.suara.com - Kucing sering kali menjadi peliharaan yang sangat lucu. Tingkahnya yang susah ditebak serta wajahnya yang menggemaskan dapat menghibur pemiliknya.
Namun, berbeda dengan kucing lainnya, seekor kucing di Alaska ini malah menjabat sebagai walikota Talkeetna. Sehingga banyak turis yang ingin mengatur janji untuk bertemu dengannya.
Kucing bernama Stubbs ini, menjalankan tugasnya sebagai walikota dengan sangat baik. Karena, ia merupakan kucing yang ramah dan mau menyapa orang baru yang masuk ke kotanya.
Karier Politik Stubbs
Stubbs bukan kucing biasa. Namanya mendunia sesaat setelah tubuhnya yang kecil ditemukan di antara sejumlah bayi kucing lainnya di sebuah kotak di depan toko Nagley's.
Manajer toko, Lauri Stec, kala itu memutuskan untuk memeliharanya dan menamakannya Stubbs. Sebab, hewan itu tak punya ekor.
Warga yang tak senang dengan para kandidat wali kota, mencalonkan Stubbs yang lucu dan ia menang. Anak kucing itu mendirikan "kantor wali kota" tak resmi di toko tempat tinggalnya untuk memimpin kota.
Lantas bagaimana dengan urusan administrasi?
Karena Talkeetna adalah "distrik bersejarah", jabatan wali kota lebih bersifat simbolis ketimbang fungsional.
Baca Juga: Pernah Cerita Kakeknya Menikah dengan Jin, Firdaus Oiwobo Ogah Disebut Keturunan Jin
Masa Jabatan
Selama menjabat, Pak Wali Kota kucing yang berkantor di Nagley's Store kerap menjadi tujuan penduduk lokal dan turis. Meskipun Stubbs tak memiliki kecakapan legislatif dan karakteristik khas dari seorang politikus, dia selalu melakukan tugasnya dengan baik.
"Lebih dari 75% pengunjung kerap bertanya 'Di mana Wali Kota?', atau datang dengan pernyataan 'Saya memiliki janji dengan Wali Kota'. Saya pikir kami mendengar dua pernyataan tersebut 100 kali sehari selama tahun pertama Stubbs menjabat," demikian isi pernyataan pers yang dikutip dari CNN, Minggu (11/9/2022).
Wali Kota terhormat ini terpilih dalam pemilihan tertulis pada 1997, karena tak ada kandidat manusia yang memenuhi kriteria. Sepanjang kariernya, Stubss pernah mengalami "guncangan". Pada 2013 lalu, ia mengalami serangan ganas dari anjing yang membuatnya terbaring di rumah sakit.
Meski paru-parunya luka, tulang dada patah dan mengalami laserasi dalam atau luka sobek, Stubbs tetap menjalankan tugasnya. Ia pun pulih dengan cepat.
Menurut sang pemilik, Stubbs memang lebih suka diperlakukan sebagai kucing pada umumnya, tapi "tanggung jawab" sebagai sosok Pak Wali Kota tetap disandangnya dengan baik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
Terkini
-
Wacana Gaji Guru Rp5 Juta Tuai Kritik: Apa Sudah Bisa Hidup Layak?
-
Pemain Bosnia 18 Tahun Kerim Alajbegovic Sukses Lewati Rekor Messi di Piala Dunia
-
5 Parfum Aroma Teh yang Awet Menurut Review, Ada yang Tahan sampai 12 Jam
-
Saat Jam Tidur Dilonggarkan: Nostalgia Masa Kecil Menonton Piala Dunia dengan Keluarga
-
Intip Jajaran Direksi RANS Entertainment yang Segera IPO, Ini Jabatan Nagita Slavina
-
Kementerian ESDM Masih Bahas RKAB Nikel 2026
-
Ciri-Ciri Rumah Pembawa Rezeki Menurut Feng Shui, Konon Bikin Hoki Mengalir
-
Detik-Detik Mencekam Gempa Venezuela, Warga: Awalnya Ada Peringatan, Lalu Semua Berguncang Hebat
-
Gebrakan BMW Indonesia Rilis Tiga Mobil Kencang untuk Pecinta Adrenalin
-
Krisis Hunian di Ibu Kota, Pramono Setujui Pembangunan 11 Rusun Raksasa