/
Minggu, 11 September 2022 | 20:33 WIB
Potret MenPANRB Abdullah Azwar Anas (istimewa)

Depok.suara.com, Guna terus melakukan percepatan dalam melakukan penataan tenaga non-ASN, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Azwar Anas dan jajarannya terus melakukan berbahai upaya.

Hal tersebut dilakukan, kata Azwar Anas, untuk secepatnya mengurai permasalahan tenaga non-ASN, termasuk tenaga kesehatan (nakes). 

“Ini sudah saya pelajari, kalau lihat time table-nya, ini cukup mepet waktunya, harus tuntas persiapannya karena jelang akhir September 2022 sudah harus rekrutmen PPPK-nya," ujar Azwar Anas seperti dikutip laman resmi PANRB.

Untuk itu, lanjuta Azwar Anas, pihaknya akan meningkatkan kecepatan termasuk memperkuat koordinasi dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Keuangan, dan Pemerintah Daerah.

"Saat ini pemerintah sedang menyiapkan rekrutmen PPPK termasuk untuk tenaga kesehatan, sebagai komitmen memperkuat salah satu bentuk pelayanan dasar bagi warga," katanya.

“Tenaga kesehatan berperan penting dalam mendukung program prioritas Presiden Jokowi. Seperti soal kemiskinan, beririsan dengan kesehatan. Juga yang pasti soal penurunan prevalensi stunting, penurunan angka kematian ibu dan bayi, dan sebagainya,” sambungnya.

Lebih lanjut, Azwar Anas mengatakan, untuk soal tenaga kesehatan ini kita bicara bukan hanya soal jumlah, tetapi juga sebarannya, pemerataannya/distribusi mengingat ada ketimpangan sebaran nakes, sehingga penataan tenaga kesehatan harus Indonesia sentris.

Selain itu, kata Azwar Anas, pemetaan dan inventarisasi tenaga kesehatan non-ASN yang dilakukan pemerintah harus disampaikan secara transparan dan terbuka kepada masyarakat. 

Sebagai solusi penataan tenaga non-ASN kesehatan, pemerintah pun akan mempercepat validasi data, menyiapkan kebijakan afirmasi bagi tenaga non-ASN, serta mekanisme seleksi yang akan dilakukan. 

Baca Juga: Yuk Cermat Kiat-Kiat Tumbuhkan Minat Baca Pada Anak

“Misalnya soal afirmasi, diprioritaskan kepada mereka yang nanti dihitung dari masa kerja dan usia. Validasi data juga kita pastikan lagi, maksimal awal pekan ini sudah tuntas,” pungkasnya.

Load More