Depok.suara.com - Seorang dokter mengungkap tanda-tanda seseorang, terutama saat dalam keadaan sakit berat, yang akan menyambut ajal. Ini bisa dalam bentuk hal-hal yang sederhana dan berlangsung beberapa bulan sebelum kematian.
Mengutip dari WebMD, dr Carol DerSarkissian menjelaskan tanda saat seseorang akan meninggal dunia dalam waktu satu atau tiga bulan. Ini merupakan waktu yang cukup singkat untuk mengetahui perubahan dari pola hidup seseorang yang mendekati ajal.
Pada orang dewasa, menjelang kematian juga ditandai dengan berkurangnya keinginan untuk berbicara. Jika pada anak-anak, mereka cenderung lebih banyak berbicara.
Saat ajal semakin dekat, misalnya 1-2 minggu sebelum meninggal dunia, seseorang bisa mengalami perubahan pola tidur. Tanda itu akan muncul bersamaan dengan berkurangnya nafsu makan dan sering haus air putih.
"Seseorang mungkin merasa lelah dan lelah sepanjang waktu, sehingga mereka tidak meninggalkan tempat tidur mereka," jelas dr DerSarkissian yang dikutip dari Daily Record.
Ketika seseorang menyambut ajal, mungkin akan mengalami rasa sakit yang muncul bersamaan dengan perubahan tekanan darah, pernapasan, dan detak jantung. Namun, ini tergantung pada kondisi pasien dan penyakit yang diidapnya.
Di titik ini, mungkin orang yang mendekati ajalnya akan mulai mengalami kebingungan, tampak linglung, atau mungkin halusinasi.
Ahli perawatan paliatif ini juga mengingatkan, keluarga bisa memberikan pengawasan ekstra jika orang terdekatnya mengalami tanda-tanda tersebut, khususnya jika sedang dalam kondisi sakit berat.
Terlebih, kehadiran keluarga beberapa jam, hari, atau minggu terakhir sebelum meninggal dunia bisa menciptakan perasaan baik pada pasien.
"Mereka (pasien) mungkin tidak menanggapi ketika orang berbicara atau menyentuh mereka. Namun meski mereka tidak menanggapi Anda, mereka mungkin masih dapat merasakan atau mendengar Anda dan merasa terhibur dengan kehadiran Anda," ungkap Yayasan Perawatan Marie Curie.
Ia juga menjelaskan, bahwa keadaan seseorang dapat menjadi lebih buruk dalam waktu singkat. Sehingga, perhatian keluarga sangat penting untuknya.
"Beberapa orang menjadi lebih buruk lebih cepat dari yang diperkirakan. Jadi jika ada sesuatu yang ingin Anda katakan kepada anggota keluarga atau teman Anda, penting untuk mengatakannya," pungkas yayasan tersebut.
Berita Terkait
-
Masalah Perut Buncit? dr.Zaidul Akbar Berikan Rahasianya Cukup dengan Tidur Seperti Ini Perut Bisa Mengecil
-
Tega Banget, Video Ibu Tak Bolehkan Dua Anaknya Masuk Rumah hingga Tidur Beralaskan Kardus
-
Miris! Tetangga Suka Marah-Marah Sampai Suruh Anaknya Tidur di Luar Rumah, Saat Ditegur Ibunya Tak Peduli
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
IMI Awards Apresiasi Industri hingga Atlet Otomotif Nasional
-
Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?
-
Sinopsis Film Sihir Tanah Kubur: Teror Mistis Menggugat Iman dan Keluarga
-
Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman
-
Pakar Beri Peringatan Soal Tren Sunscreen di Media Sosial
-
Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia
-
Di Balik Ban Kapten, Ada Sisi Psikologi yang Menentukan Nasib Sebuah Tim
-
Pulang Umrah, Ruben Onsu Akhirnya Buka Suara soal Gugatan Hak Asuh Anak ke Sarwendah
-
Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi
-
Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia