Depok.suara.com - Pengacara Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak mengaku tidak mempercayai upaya kepolisian mengungkap kasus pembunuhan kliennya dengan tes lie detector atau pendeteksi kebohongan.
Diketahui dalam rangka pemeriksaan lebih lanjut pihak kepolisian melakukan tes lie detector kepada para tersangka mulai dari Bripaka RR, Bharada E, Kuat Maruf, Ferdy Sambo dan istrinya Putri Candrawathi.
Para tersangka ini telah melakukan tes lie detector, tetapi hanya hasil Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi yang tidak dibuka ke publik oleh pihak kepolisian.
Karena keputusan inilah, Kamaruddin langsung bereaksi keras. Dirinya menilai sosok Ferdy Sambo mempunyai karakter kuat sehingga sangat mahir berkata bohong.
Dengan begitu, dia akan sangat tenang saat berhadapan dengan alat lie detector. Oleh sebab itu, kata Kamaruddin, pemeriksaan memakai lie detecktor pun tidak akan ada manfaatnya.
Apalagi kata dia, yang menjadi hasil pemeriksaan Ferdy Sambo dan istrinya tidak dipublikasikan ke publik hingga saat ini.
Sehingga Kamaruddin Simanjuntak menilai ada kebohongan yang sangat kuat dan mampu dipertahankan. Kamaruddin Simanjuntak mengatakan, metode lie detector tak ada artinya bagi Ferdy Sambo.
Menurutnya, petugas tidak akan bisa mengorek banyak tentang Ferdy Sambo. Sehingga dinilai akan sia-sia jika diterapkan pada Ferdy Sambo.
Secanggih apapun mesin, kata Kamaruddin Simanjuntak, bagi Ferdy Sambo hal tersebut tidak ada artinya dan dapat dimanipulasi.
Baca Juga: Tanggapi Maraknya Demo Tolak Kenaikan BBM, Emrus Sihombing: Di Jakarta Masih Banyak Masalah
Menurutnya, kemampuan Ferdy Sambo tersangka kasus pembunuhan Brigadir J itu jauh lebih kuat, sehingga pemeriksaan alat tersebut tidak akan berdampak.
"Jadi kalau dia (Ferdy Sambo) psikopat, lie detector tidak akan berfungsi," kata Kamaruddin Simanjuntak.
Sumber: Tasikmalaya.suara.com
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Mei 1998: Luka Kolektif yang Tak Boleh Dikalahkan oleh Lupa
-
5 Sepatu Long Run Terbaik 2026, Nyaman untuk Latihan hingga Maraton
-
Mengulas Forest of Noise, Kesaksian Puitis dari Tengah Perang Gaza
-
Tayang 2027, Anime Bertema Musik Studio Cabana Buka Audisi Seiyu Utama Pria
-
IIF Genjot Pembiayaan Infrastruktur, Nilai Komitmen Baru Tembus Rp2,5 Triliun pada Semester I 2026
-
Aksi Copet di Tengah Zikir Monas: iPhone 13 Wartawan dan Dompet Jemaah Lenyap
-
Danantara Akui Banyak Masalah Luar Biasa Besar di BUMN, Janji Bereskan Utang Kereta Cepat
-
Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi
-
Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa
-
Apa Arti Kota Global Jika Betawi Kehilangan Akar? FBR Tagih Pergub Lembaga Adat ke Pramono