Depok.suara.com - China mulai membangun basis energi matahari atau surya terbesarnya di gurun di Daerah Otonomi Ningxia Hui yang terletak di barat laut. Basis tenaga fotovoltaik itu di Gurun Tengger, Kota Zhongwei Ningxia, gurun terbesar keempat di China, seluas sekitar 43.000 kilometer persegi.
Ketika selesai, proyek ini akan menghasilkan sekitar 5,78 miliar kilowatt-jam (kWh) listrik per tahun. Ini mampu menghemat 1,92 juta ton batu bara standar dan mengurangi emisi karbon dioksida sekitar 4,66 juta ton per tahun.
“Dengan total investasi 15,25 miliar yuan atau USD2,2 miliar, proyek itu akan menghasilkan pendapatan tahunan sekitar 1,5 miliar yuan setelah selesai dan menyediakan 1.500 pekerjaan,” demikian dilaporkan CGTN, Kamis (15/9/2022).
Ningxia, dengan ketinggiannya yang tinggi dan mendapat pancaran sinar matahari yang lama, memiliki sumber energi matahari yang kaya. Lokasi itu merupakan salah satu dari lima provinsi di China yang paling cocok untuk mengembangkan energi baru tenaga surya.
Kota Zhongwei, yang terletak di tepi tenggara Gurun Tengger, merupakan salah satu daerah dengan sumber energi matahari paling melimpah di China. Dalam beberapa tahun terakhir, 111 proyek energi baru telah dilaksanakan di kota, dan total kapasitas terpasang energi baru di sana telah mencapai 8,27 GW, terhitung hampir sepertiga dari Ningxia.
“China berencana untuk membangun 450 GW kapasitas pembangkit listrik tenaga surya dan angin di Gobi dan daerah gurun lainnya,” kata He Lifeng, direktur Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC), perencana ekonomi utama China.
China berjanji untuk membatasi emisi karbonnya ke puncaknya pada tahun 2030, dan mewujudkan netralitas karbon pada tahun 2060. Untuk mencapai tujuan tersebut, Presiden China Xi Jinping berjanji pada KTT Perubahan Iklim PBB pada tahun 2020 untuk meningkatkan kapasitas terpasang negara tenaga angin dan surya menjadi lebih dari 1.200 GW pada tahun 2030.
Jumlah itu meningkatkan dibandingkan penggunaan bahan bakar non-fosil dalam konsumsi energi primer untuk sekitar 25 persen selama periode yang sama. Pada akhir tahun 2021, China tersebut telah memasang 306 GW kapasitas tenaga surya dan 328 GW kapasitas angin.
Baca Juga: Nelayan Mengeluh Tak Bisa Melaut karena Kekurangan Stok BBM
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Ulasan Film Kupilih Jalur Langit: Kisah Nyata Viral yang Menguras Air Mata
-
Setelah 21 Tahun, Akankah Transjakarta Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?
-
Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia
-
Izin Bodong! Daycare Little Aresha Jogja Ternyata Tak Berizin, 53 Anak Jadi Korban Kekerasan
-
Tren Arsitektur Hijau 2026: Material Eco-Friendly Jadi Standar Baru Bangunan
-
Satu Kamar Diisi 20 Anak! Polresta Jogja Bongkar Praktik Tak Manusiawi di Daycare Umbulharjo
-
Provinsi Banten Bebaskan Pajak Kendaraan Listrik
-
Menyusuri Jalur Surade Sukabumi-Bogor: Seluruh SPBU Kosong Bio Solar, Truk Beras Terhambat
-
Narasi Pemerintah soal Harga Tiket Pesawat Naik 13 Persen Dinilai Menyesatkan
-
5 Rekomendasi Track Gowes di Bogor yang Ramah Bapak-bapak, Cocok Buat Sehat Bareng Komunitas