Depok.suara.com - Dedi Mulyadi kini menjadi sorotan publik karena tengah mendapat gugatan perceraian dari istrinya, Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika. Sosok Dedi Mulyadi memang sering mendapat perhatian warganet.
Musababnya mantan Bupati Purwakarta ini selain menjadi politisi juga aktif di media sosial, YouTube. Bahkan, gaji Kang Dedi dari Youtube mengalahkan gaji DPR maupun gaji bupati.
Dedi Mulyadi terlihat rajin menggunggah aktivitasnya di tengah masyarakat melalui kanal YouTubenya Kang Dedi Mulyadi Channel. Channel ini sudah dibuat sejak 16 November 2017, kala dirinya masih menjadi Bupati Purwakarta.
Diketahui, Kang Dedi merupakan Bupati Purwakarta periode 2008-2013 dan 2013-2018. Dirinya juga sempat menjajal peruntungan menjadi calon wakil gubernur Jawa Barat mendampingi Dedy Mizwar.
Tetapi kalah oleh pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum. Pada 2019 dia bertarung dalam Pemilu, dan berhasil menjadi anggota DPR RI. Kini dia menjabat sebagai wakil ketua Komisi IV DPR RI.
Di luar aktivitasnya sebagai pejabat negara, Kang Dedi Mulyadi rajin mengunggah video berisi aktivitas dia di tengah kehidupan masyarakat. Channel Youtube-nya pun mengundang banyak penggemar.
Bahkan, sampai 27 September 2022, jumlah subscriber kanal Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel dilihat lewat Social Blade sudah mencapai 3,87 juta. Dengan jumlah subscriber ini, dia masuk peringkat ke-905 di dunia, atau ranking ke-184 di Indonesia.
Jumlah video yang diupload Kang Dedi Mulyadi Channel mencapai 2.380. Hebatnya, jumlah tayangan sudah mencapai hampir 1 miliar, persisnya 998.656.359. Rata-rata tayangan mencapa 1.120.457 per hari, atau sekitar 33 juta tayangan per bulannya.
Dilihat gaji atau penghasilan Kang Dedi Mulyadi Channel, diperkirakan mencapai 8.400 sampai 134,5 ribu dollar AS dalam 30 hari terakhir, atau 104,3 ribu - 1,7 juta dollar AS dalam setahun terakhir.
Baca Juga: 4 Tanda Ada Orang Ketiga dalam Hubungan Asmara, Cek Pasanganmu!
Apabila dirupiahkan dengan asumsi 1 dolar AS setara Rp15 ribu, maka pengasilan dari Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel mencapai antara Rp126 juta – 2,01 miliar per bulan. Dalam setahun menurut Social Blade, penghasilan Kang Dedi Mulyadi dari Youtube mencapai Rp1,56 miliar hingga Rp25,5 miliar.
Dengan penghasilan sebesar itu, jelas saja jauh di atas gaji anggota DPR RI. Menurut PP Nomor 75 Tahun 2000, resmi gaji anggota DPR RI sebesar Rp 4,2 juta per bulan di tambah sejumlah tunjangan sekitar Rp50 juta per bulan. Dalam setahun, tidak lebih dari Rp1 miliar.
Bahkan, gaji Dedi Mulyadi dari Youtube juga bisa mengalahkan gaji Bupati Purwakarta. Menurut PP Nomor 59 Tahun 2000, gaji pokok bupati Rp 2,1 juta rupiah per bulan. Ditambah tunjangan jabatan Rp 3,78 juta per bulan yang diatur dalam Keputusan Presiden RI Nomor 68 Tahun 2001.
Selainn itu ada sejumlah fasilitas yang didapat bupati sebagaimana diatur dalam PP RI Nomor 109 Tahun 2000. Rinciannya sebagai berikut:
- Rumah jabatan dengan perlengkapan dan biaya pemeliharaan.
- Mobil dinas.
Berita Terkait
-
Jelang Sidang Cerai dengan Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika, Dedi Mulyadi: Meski Sakit, Aku Akan Tetap Bertahan!
-
Curhartan Anne, Suaminya Dedi Mulyadi Sibuk Kerja Pulang Hanya untuk Tidur, Warganet: Ibu kesepian
-
Tiba-tiba Gugat Cerai Dedi Mulyadi, Berikut Profil Anne Ratna Mustika dan Awal Pertemuannya
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Gagal Masuk Negeri? Jangan Cemas, 800 Lebih Sekolah Swasta di Banten Kini Gratis
-
12 Kali Raih WTP, Mengapa BPK Masih Minta Sumsel Benahi Sejumlah Hal?
-
6 Fakta Penangkapan Pelaku Pembacokan Maut di Kebon Pedes
-
Puasa 1 Muharram, Sunnah atau Sekadar Tradisi? Ini Niat dan Penjelasan Ulama
-
6 Fakta Nasib Pedagang Usai Pembongkaran Kios Ilegal di Jalur Puncak
-
Di Balik Gemerlap Podium, Nasib Atlet Indonesia Masih Terkatung-katung
-
Korban Terus Bertambah, Dugaan Penipuan Rp1,4 Miliar yang Seret Ibu Bhayangkari Bikin Heboh
-
7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG
-
Sudah Dapat Rp10 Juta, Pedagang Puncak Tetap Merana: Modal Segitu Mana Cukup
-
PTBA Uji Biomassa Kaliandra Merah untuk Kurangi Emisi Karbon dan Dukung Transisi Energi