Depok.suara.com - Kapolda Jawa Barat (Jabar) Irjen Pol Suntana mengutarakan rasa prihatinnya mendengar kasus bocah perempuan, yang menjadi korban budak seks anggotanya sendiri. Dirinya kemudian meminta maaf kepadan korban dan keluarga korban kekerasan seksual.
Permintaan maaf Kapolda Jabar ini diunggah oleh pengacara Hotman Paris lewat akun Instagram dengan nama pengguna @hotmanparisofficial. Terlihat wajah Kapolda Jabar tak dapat menyembunyikan raut wajah seperti menangis.
"Ibu bapak saya minta maaf saya berjanji akan menyelesaikan," kata Irjen Pol Suntana sambil mengangkat kedua tangannya dikutip Beritahits.id pada Sabtu, (1/10/2022).
Pada kesempatan itu, Kapolda Jabar tersebut juga menguatkan ibu korban dalam menghadapi kejadian yang menimpa sang anak.
"Yang kuat yang sabar ya," ujarnya.
Sementara itu, pengacara kondang Hotman Paris mengapresiasi tindakan Irjen Pol Suntana ini. Menurut Hotman dalam sejarah hukum di Indonesia, baru pertama kali seorang Kapolda meminta maaf atas kelakuan anak buahnya.
"Ini pertama kalinya Dalam sejarah hukum Indonesia kapolda meminta maaf ke ibu korban atas kelakuan anak buahnya. Kalau semua begini polisi, waduh bahagia kita," ungkap Hotman.
Seperti diketahui, seorang bocah Sekolah Dasar (SD) diduga mendapat kekerasan seksual yang diperbuat oleh ayah tirinya sendiri.
Terduga pelaku merupakan oknum polisi yang berdinas di Polda Jabar.
Baca Juga: Euphoria Konser Ziva Magnolya di Social Chic, Merdunya Nyanyian Hipnotis Penonton
Ibu korban menceritakan sepenggal kejadian pilu menimpa anaknya kepada Hotman Paris.
Perbuatan bejat ayah tirinya ternyata dilakukan sejak usia korban 9 tahun.
Sebelum berhubungan badan, terduga pelaku menyuruh korban menonton video adegan dewasa atau video porno.
Terakhir sebelum ditangkap, terduga pelaku kembali melakukan kejahatannya sebelum korban pergi sekolah.
Sumber: Suara.com
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas