Depok.suara.com - Presiden Rusia, Vladimir Putin mengatakan semua kesalahan untuk memperkuat operasi militer Rusia di Ukraina harus diperbaiki. Ini menjadi pengakuan publik pertamanya yang mengakui bahwa "mobilisasi parsial" alias wajib militer yang ia umumkan pekan lalu tidak berjalan mulus.
"Dalam mobilisasi ini, banyak pertanyaan yang muncul, dan semua kesalahan harus diperbaiki dan dicegah agar tidak terjadi di masa depan," kata Putin, dikutip Reuters, Sabtu (1/10/2022).
"Misalnya, saya memikirkan ayah dari banyak anak, atau orang yang menderita penyakit kronis, atau mereka yang sudah melewati usia wajib militer," tambahnya.
Sebagaimana diketahui, ada ekspresi ketidakpuasan publik atas cara penanganan mobilisasi, termasuk keluhan atas petugas pendaftaran yang mengirimkan surat panggilan kepada masyarakat yang jelas-jelas tidak memenuhi syarat wajib militer.
Akibatnya, ribuan orang telah melarikan diri dari Rusia untuk menghindari wajib militer yang seringkali tampak tidak memperhatikan catatan layanan individu, kesehatan, status pelajar, atau bahkan usia.
Sekitar 2.000 orang juga telah ditangkap pada protes anti-perang dari 30 kota besar dan kecil di Rusia. Bahkan beberapa dari mereka segera diberikan surat panggilan, yang dianggap legal oleh Kremlin.
Pengumuman Rusia pada 21 September tentang mobilisasi publik pertamanya sejak Perang Dunia II bahkan telah menarik kritik dari pendukung resmi Kremlin sendiri. Ini menjadi fenomena yang hampir tidak pernah terdengar di Rusia sejak mengirim pasukannya ke Ukraina tujuh bulan lalu.
"Mereka membuat marah orang-orang, seolah-olah sengaja, seolah-olah karena dendam. Seolah-olah mereka dikirim oleh Kyiv," kata editor saluran berita RT yang dikelola pemerintah Rusia, Margarita Simonyan pada pekan lalu.
Pada Senin, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengakui bahwa beberapa orang yang dipanggil dikeluarkan karena kesalahan. Ia mengatakan kesalahan sedang diperbaiki oleh gubernur regional dan kementerian pertahanan.
Baca Juga: Ibu-Ibu Menangis Kecewa Gara-gara Rizky Billar KDRT ke Lesti Kejora: Tega Kamu Sakiti Anakku!
Putin secara khusus menahan diri untuk tidak menyalahkan kesalahan tersebut, baik kepada kementerian, yang dipimpin oleh sekutu dekatnya Sergei Shoigu, atau kepada pejabat regional yang dipercayakan untuk memutuskan dengan tepat siapa orang yang pantas mendapatkan surat panggilan wajib militer.
Pekan lalu, Shoigu mengatakan Moskow berencana untuk merekrut hanya 300.000 personel. Kremlin kemudian membantah laporan oleh media independen Novaya Gazeta Europe bahwa klausul yang dirahasiakan dalam dekrit mobilisasi Putin mengatur pemanggilan satu juta tentara cadangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Bek Iran Siap Mati Demi Negara, FIFA Pastikan Team Melli Tampil di Piala Dunia 2026
-
Skandal Baru First Travel, Oknum Jaksa Diduga Nekat Jual Aset Rumah Barang Bukti Jemaah
-
Terima Penghargaan KWP Award 2026, Rizki Faisal: Jarak Geografis Tak Boleh Halangi Hak Hukum Warga
-
Jakarta Waspada Ledakan Kasus ISPA, Gubernur Pramono: El Nino Mengancam hingga September!
-
Picu Kontroversi, Alasan di Balik Unggahan Foto Donald Trump Bergaya Mirip Yesus
-
Film Salmokji: Whispering Water Lagi Viral, Intip Sinopsis dan Jajaran Pemainnya
-
Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan
-
Gak Cuma Murah, Minyak Rusia Ternyata 'Jodoh' Buat Kilang Pertamina
-
Penyisiran 3 Kilometer Hingga Jembatan Rancamulya, Tim SAR Temukan Korban Terakhir Ciherang
-
OJK dan BEI Bongkar Data Pemilik Saham RI, Berharap Genjot Transparansi