/
Minggu, 02 Oktober 2022 | 06:00 WIB
arema fc (Twitter)

Depok.suara.com - Bentrok terjadi pasca pertandingan antara Arema FC versus Persebaya Surabaya pada lanjutan pekan ke-11 BRI Liga 1 2022/2023 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022).

Insiden ini terjadi karena tuan rumah mengalami kekalahan 2-3 dari tim Bajul Ijo sehingga membuat suporter turun ke lapangan. Kondisi ini membuat suporter terlibat bentrokan dengan aparat keamanan hingga luar stadion.

Dikabarkan puluhan nyawa menjadi korban dalam tragedi tersebut. Bahkan salah satu korban jiwa adalah balita yang diketahui menonton pertandingan derby Jawa Timur ini.

Melihat tragedi berdarah tersebut banyak warganet yang meminta kompetisi Liga 1 dihentikan untuk sementara. Hal ini karena melihat besarnya jumlah korban.

"BREAKING: Save Our Soccer mengabarkan bahwa ada 59 korban meninggal dunia sejauh ini setelah kerusuhan yang terjadi di kawasan Stadion Kanjuruhan Malan.

Innalillahi Wa Inna Illaihi Roji’un.

HENTIKAN LIGA 1 SEKARANG JUGA UNTUK SEMENTARA WAKTU! @PSSI @pt_lib." tulis akun @faktasepakbola

PSSI sendiri dalam rilis resminya akan melakukan investigasi atas insiden ini. Bahkan akan memberikan sanksi berat bila memang terjadi pelanggaran dalam penyelenggaraan.

“PSSI sangat mengecam kerusuhan ini. Namun, sekali lagi kami belum bisa menyimpulkan apa-apa. Tetapi, sanksi keras akan menimpa Arema jika semuanya terbukti.“ - Yunus Nusi

Baca Juga: Masih Simpang Siur, Beredar Kabar Puluhan Orang Tewas Saat Bentrok Usai Laga Arema FC Vs Persebaya

Sumber: Suara.com

Load More