/
Minggu, 02 Oktober 2022 | 12:14 WIB
Potret ilsutrasi kerusuhan di stadion (Istimewa)

Depok.suara.com, Tragedi Stadion Kanjuruhan yang menyebabkan ratusan orang meninggal dan sisanya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat kericuhan suporter usai pertandingan Arema FC vs Persebaya, Sabtu (1/1/2022) menjadi sorotan berbagai pihak.

Terkait hal tersebut, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta mengatakan bahwa penyebab banyaknya jumlah korban yang meninggal dunia saat kerusuhan terjadi karena penumpukan massa.

"Terjadi penumpukan di dalam, proses penumpukan itulah terjadi sesak nafas kekurangan oksigen," ujar Nico Afinta kepada wartawan Mapolres Malang, Minggu (2/10/2022) seperti dikutip pmjnews.

Irjen Pol Nico Afinta menuturkan,  untuk 180 orang yang menjadi korban luka kini telah dilakukan perawatan. Mereka kini telah dievakuasi di beberapa rumah sakit.

"Tim medis dan tim gabungan ini melakukan upaya pertolongan yang ada di dalam stadion, kemudian juga dilakukan evakuasi ke beberapa rumah sakit," katanya.

Seperti diketahui, tragedi Stadion Kanjuruhan terjadi saat suporter yang tak terima timnyankalah sehingga masuk ke Stadion.

Akibat dari insiden tersebut sebanyak 127 orang meninggal dunia, termasuk dua anggota polisi.

"(Akibat kerusuhan itu) telah meninggal 127 orang, dua di antaranya anggota Polri," katanya.

Lebih lanjut Irjen Pol Nico Afinta mengatakan, berdasarkan laporan yang masuk, sebanyak 34 orang dilaporkan meninggal di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, sementara sisanya meninggal saat mendapatkan pertolongan di sejumlah rumah sakit setempat.

Baca Juga: Sabda Minggu Biasa ke-27 (2 Oktober 2022): Merawat Iman

"Hingga saat ini setidaknya terdapat kurang lebih 180 orang yang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit,' tandasnya.

Load More