Deli.Suara.com - Tema renungan kita pada hari Minggu biasa ke-27 ini ialah: Merawat Iman. Saat-saat hingga dalam bulan Oktober ini, musim kemarau sangat terasa panjang, panas dan kering. Banyak kekawatiran menghantui masyarakat, seperti air menjadi kering dan kesempatan untuk menanam semakin sedikit. Dan kekuatiran yang lebih besar ialah kelaparan, kemudian kemiskinan menjadi ancaman yang menakutkan. Maka dari semua sektor kehidupan kita, ajakan dan nasihat untuk memelihara kehidupan baik di antara sesama manusia maupun lingkungan hidup, mesti kita ikuti dan giatkan secara bersama-sama.
Memelihara adalah tindakan mempertahankan dan meningkatkan sebuah proses keberadaan atau kehidupan. Tujuannya ialah supaya proses itu tidak berhenti atau punah, tetapi tetap ada dan terus bertumbuh. Pemeliharaan dalam aspek rohani juga sama pentingnya dengan pemeliharaan kehidupan jasmani.
Semua pemeliharaan rohani dapat kita sebut dengan nama “memelihara iman”. Dengan adanya pemeliharaan iman, maka kita mengalami suatu relasi dengan Tuhan yang tetap segar, bertahan dan menjadi kekuatan untuk keselamatan kita.
Sama seperti kemarau panjang yang mengakibatkan kehidupan tidak bergairah dan mengering, saat-saat kesulitan di dalam dunia ini juga menyebabkan kelemahan dan kekeringan iman kita. Ancaman terhadap iman kita datang dari berbagai macam penjuru dan dalam aneka bentuknya.
Maka upaya dan semangat untuk memelihara iman sangat dituntut dari pihak kita. Bacaan-bacaan hari ini mengusulkan sebuah cara untuk memelihara iman kita.
Cara yang sering kita lakukan dan hendaknya menjadi bagian menyatu dengan hidup kita ialah hidup di dalam kebenaran. Meskipun kesulitan, tantangan, ancaman dan penderitaan silih berganti, pijakan dan pegangan kita ialah kebenaran dari Tuhan. Kita percaya akan kebenaran itu.
Semua kebajikan dan perintah Tuhan yang kita jalankan atau hayati ialah bukti kebenaran tersebut. Secara khusus, kebajikan cinta kasih merupakan inti kehidupan sebagai pengikut Kristus. Para rasul meminta Yesus untuk menambahkan imannya yang masih rapuh, dan Tuhan memberikan mereka caranya, yaitu cinta kasih.
Di dalam cinta kasih, kita dapat memberikan yang terbaik dari diri kita kepada Tuhan dan sesama. Kita tidak sekedar memberikan apa adanya atau yang biasa-biasa, tetapi yang spesial dan luar biasa. Jadi kita tidak menuntut Tuhan yang berbuat luar biasa kepada kita, namun sebaliknya kita-lah yang mesti mengasihi secara hebat dan luar biasa.
Karena Tuhan telah berbuat sangat luar biasa kepada kita dan akan tetap demikian sampai akhir hidup kita. Maka nasihat Santo Paulus kepada kita ialah: janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita, yaitu bahwa Ia selalu membuat hidup kita indah dan terberkati.
Marilah kita berdoa. Dalam nama ... Ya Tuhan, semoga perayaan hari Minggu ini membuat kami semakin kuat dalam beriman. Bapa kami ... Dalam nama..[BAB]
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Lionel Messi Jadi Spider-Man? Aksi Terbangnya Bareng Tom Holland Bikin Heboh
-
Teror Suporter Meksiko: Pasang Petasan hingga Gelar Konser Dadakan Depan Hotel Ekuador
-
Viral Aneh di Piala Dunia 2026: Foto Lewat TV dan Unggah di Sosmed Jadi Tren
-
Gelombang Panas di Prancis: Bayi Kembar 15 Bulan Tewas, Orang Tua Ditangkap
-
Erling Haaland Pahlawan! Norwegia Tantang Brasil di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
-
Gelombang Panas Mematikan di Eropa: 1300 Orang Tewas, Suhu Tembus 41,7 C di Jerman
-
Skandal FIFA! 50 Anggota Parlemen UE Desak Infantino Diseret ke Meja Hijau
-
Viral Video Lawas Ramalan Diego Maradona: Laga Piala Dunia 2026 Dibagi 4 Babak
-
Anak Patrick Kluivert dan 2 Pemain Belanda Jadi Korban Serangan Rasis Usai Kegagalan de Oranje
-
Kalah dari Maroko, Jalanan Belanda Berubah Jadi Medan Perang Suporter vs Polisi