/
Rabu, 05 Oktober 2022 | 07:34 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin (Foto: ANTARA)

Depok.suara.com - Rusia mengklaim sudah merekrut lebih dari 200 ribu orang untuk mengikuti wajib militer yang dapat dikerahkan untuk berperang di Ukraina. Ini tentu menjadi masalah besar bagi Ukraina dan negara sekutu.

"Sampai hari ini, lebih dari 200 ribu orang telah masuk ke militer," kata Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu, Rabu (5/10), dikutip dari AFP.

Shoigu mengatakan bahwa orang-orang yang direkrut bakal dilatih di 80 lapangan berlatih dan enam pusat pelatihan. Ia juga meminta bantuan militer dan komandan angkatan laut untuk membantu orang yang baru saja direkrut agar bisa "bertarung."

Selain itu, Shoigu meminta warga yang baru direkrut untuk diberikan latihan tambahan di bawah arahan pejabat yang memiliki pengalaman tempur. Masyarakat yang baru direkrut, lanjutnya, hanya boleh dikirim ke zona pertempuran setelah selesai pelatihan dan koordinasi tempur.

Rusia mulai getol melakukan perekrutan setelah Putin memerintahkan mobilisasi parsial wajib militer. Di bawah perintah ini, Rusia dapat memobilisasi peserta wajib militer untuk berperang.

Kremlin mengklaim bahwa berdasarkan aturan mobilisasi itu, Rusia bakal merekrut 300 ribu pria untuk ikut wajib militer.

Diketahui, Putin mengumumkan mobilisasi ini ketika pasukan Rusia mulai kewalahan mengatasi perlawanan tentara Ukraina. Karena takut disuruh berperang di Ukraina, banyak warga pria Rusia lantas kabur ke negara-negara tetangga.

Pada Selasa (4/10), Kazakhstan menyatakan lebih dari 200 ribu warga Rusia telah memasuki wilayah negaranya dalam dua pekan terakhir.

Akibat respons masyarakat ini, Putin berusaha menenangkan massa dengan mendesak pihak berwenang "membenarkan segala kesalahan" dari mobilisasi.

Baca Juga: 4 Kegiatan Ini Buat Waktu Menunggu Jadi Lebih Bermanfaat, Nggak Gabut Lagi

Load More