Depok.suara.com - Tragedi Kanjuruhan menyisakan luka pilu bagi para Aremania, pendukung Arema. Diketahui hampir 133 korban jiwa harus mereggang nyawa setelah menyaksikan pertandingan sepak bola Arema versus Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022).
Beragam aksi dilakukan para suporter untuk mengekspresikan kesedihan dan kekecewaan mereka. Selain tabur bunga, para Aremania menggantungkan syal mereka di jembatan layang, Jl Ahmad Yani, Kota Malang.
Beberapa jembatan di Kota Malang kini juga mulai dipenuhi dengan gantungan syal bergambar Arema. Hal ini disebut sebagai salah satu aksi protes tidak lagi ke stadion hingga Tragedi Kanjuruhan diselesaikan.
Kabar ini disampaikan oleh salah satu akun Twitter @toptobs yang sempat datang ke Kota Malang. Di sana dirinya heran mengapa banyak syal yang tergantung di jembatan penyeberangan.
"Di salah satu jembatan penyebrangan di malang terlihat banyak disimpan syal2 dan baju aremania," tulisnya.
Dijelaskan oleh salah seorang Aremania yang mengantarnya, hal ini adalah bentuk protes atas Tragedi Kanjuruhan. Bahkan sampai pengusutan Tragedi Kanjuruhan selesai, para Aremania ini tidak akan menginjakkan kaki di stadion.
"Oh Itu syal dari beberapa korban meninggal dan temen2 aremania yg memutuskan untuk tidak akan hadir lg ke stadion," pilunya.
Sanksi komdis
Komdis PSSI menjatuhkan sanksi larangan pertandingan dengan penonton untuk laga kandang Arema FC. Selain itu, Arema juga dilarang bermain di Stadion Kanjuruhan.
Baca Juga: Berbagai Teori Gila One Piece, Dr Vegapunk Adalah Ibu Uta?
"Dari hasil sidang kami kepada klub Arema FC dan panitia pelaksananya keputusannya adalah dilarang menyelenggarakan pertandingan dengan penonton sekaligus sebagai tuan rumah. Harus dilaksanakan di tempat yang jauh dari homebase Malang," kata Erwin Tobing.
Arema FC harus terusir sejauh minimal 250 km dari Malang. Tak cukup sampai situ, Arema FC juga mendapatkan sanksi denda sebesar Rp250 juta rupiah.
"Arema FC dikenakan sanksi Rp250 juta. Pengulangan terhadap pelanggaran terkait di atas akan berakibat terhadap hukuman yang lebih berat," ucap Erwin Tobing.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Tepis Isu Krisis Batubara di PLTU Jelang Lebaran, Bahlil Pastikan Pasokan Listrik Aman!
-
Kisah Salinem: Pengabdian Sunyi Abdi Dalem di Tengah Gejolak Sejarah Jawa
-
Gojek Buka Suara soal Sulitnya Cari Ojol di Akhir Ramadan, Sebagian Pengemudi Mulai Pulkam!
-
Menhub Resmi Buka Posko Angkutan Lebaran 2026, Operasi Berlaku Hingga 30 Maret
-
10 Ide Camilan Asin dan Gurih untuk Lebaran, Alternatif Selain Kue Manis
-
Cegah Defisit Dampak Perang, Prabowo Lirik Jurus Pakistan: Pangkas Gaji Pejabat hingga WFH
-
Vakum 3 Tahun, Jang Geun Suk Diincar Bintangi Drama Baru Berjudul Hyupban
-
5 Rekomendasi Bedak Glowing untuk Lebaran, Hasil Makeup Tampak Flawless
-
6 Cara Masak Ketupat agar Tidak Cepat Basi, Kunci Awet Berhari-hari
-
65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden