Depok.suara.com - Komite Kebudayaan dan Pendidikan Parlemen Eropa (CULT) menyerukan resolusi yang mendorong Uni Eropa (UE) mengembangkan strategi video game. Resolusi tersebut diyakini dapat mengubah nasib industri video game dan e-sport di Eropa.
CULT meminta Parlemen Eropa untuk meningkatkan jumlah produksi video game di Eropa melalui lebih banyak pendanaan. Pada tahun 2022, program Creative Europe mengalokasikan 6 juta Euro atau sekitar Rp 90 miliar untuk mendanai produksi video game. Namun, CULT mengklaim jumlah tersebut masih belum cukup.
Selain penambahan biaya untuk video game, ada opsi lain untuk mendorong industri itu. Misalnya, dengan mempertimbangkan keringanan pajak sebagai imbalan bagi perusahaan yang dapat atau memperluas perusahaan game di wilayah tersebut. Negara lain, seperti Australia dan Kanada memang melakukan insentif ini.
Jika UE tidak membuat lingkungan yang lebih ramah bagi perusahaan game, mereka akan mencari insentif di tempat lain. Selain itu, CULT berpendapat industri game Eropa terus bertahan dengan kurangnya bakat. Masalah ini sangat serius mengingat industri game bergantung pada inovasi.
Untuk mengembangkan bakat, baik untuk industri game dan Eropa secara keseluruhan, resolusi tersebut menegaskan bahwa video game harus dieksplorasi sebagai alat pengajaran. Selama Covid-19, industri game telah menunjukkan kepada Anggota Parlemen Eropa (MEP) sebagai satu-satunya industri kreatif dan budaya di Eropa yang tumbuh selama krisis.
Peningkatan ketahanan dan potensi pertumbuhan serta inovasi menjadi alasan anggota parlemen memperdebatkan dukungan dan pengawasan pemerintah yang lebih besar terhadap sektor ini. Dalam ekonomi global yang tidak pasti, anggota parlemen beralih ke video game untuk menumbuhkan lapangan kerja, PDB, dan jejak budaya UE.
Dilansir Venture Beat pada Kamis (6/10/2022), anggota Parlemen CULT termasuk pelapor komite Laurence Farreng dari Prancis menekankan video game dan e-sport memiliki potensi untuk berkontribusi pada soft power UE. Resolusi tersebut mendukung beberapa inisiatif untuk melestarikan, memamerkan, dan mempromosikan nilai-nilai, sejarah, dan keragaman Eropa.
Beberapa di antaranya termasuk pembentukan Observatorium Video Game Eropa untuk menyediakan data dan rekomendasi terkoordinasi bagi para pembuat keputusan, arsip untuk melestarikan game yang paling signifikan secara budaya, dan pembuatan label “Video Game Eropa” untuk membantu mendukung industri game UE.
Selain itu, resolusi tersebut akan memiliki implikasi yang luas untuk industri e-sport. Selama bertahun-tahun, e-sport telah berjuang untuk mendefinisikan dirinya sebagai olahraga atau tidak. Resolusi tersebut akan menyelesaikan perdebatan di Eropa dengan esports tidak akan diatur sebagai olahraga oleh UE.
Baca Juga: Kecewa dengan Pendeta Gilbert, Ayah Brigadir J: Rohaniawan Fitnah Orang Meninggal
Resolusi tersebut menyerukan untuk mengembangkan kerangka kerja yang akan mengatur pekerjaan pemain profesional, meminta jenis visa baru untuk pemain profesional dan pekerjaan lebih lanjut untuk memerangi doping dan pengaturan pertandingan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Cara Cek NISN Online untuk SPMB 2026, Awas Jangan Sampai Salah
-
GMNI Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Minta Prabowo dan Kapolri Bertindak
-
Statistik Kevin Diks saat Jadi Kapten dan Bantu Monchengladbach Hajar St. Pauli
-
Eks Asisten Shin Tae-yong Bongkar Alasan Elkan Baggott Sempat Hilang dari Timnas Indonesia
-
Cara Mengatur Keuangan Setelah Lebaran Agar Tidak Makan Mie Instan
-
Meta Hapus 159 Juta Iklan Penipuan dan 150 Ribu Akun Scam, Kolaborasi dengan Polri
-
Panduan Jika Tertinggal Salat Idulfitri, Ketahui agar Tidak Panik saat Terlambat Datang
-
Spirit Inklusivitas Ramadan, Khofifah Gelar Khotmil Qur'an Bersama Perangkat Daerah & Komunitas Tuli
-
Usai 7 Tahun Vakum, Son Dam Bi Siap Comeback Akting Lewat Drama Pendek Baru
-
Antara Hidup dan Mati di Yahukimo: Kepulangan Pilu Lima Warga Sumedang yang Terjebak Janji Palsu