Depok.suara.com, Meninggalnya mahasiswa UI Akseyna Ahad Dori yang ditemukan di Danau Kenangan UI selama tujuh tahun masih misterius.
Ayah dari almarhum Akseyna, yakni Marsekal Pertama (Purn) Mardoto, telah mengikuti rapat bersama polisi dan Komisi Kepolisian Nasional atau Kompolnas
"Iya (baru saja dibahas) dengan Polri, ada penyidik dari Polres Depok sama polda, terus ada Kompolnas. Tiga yang hadir membahas penuntasan kasusnya itu,” kata Mardoto saat dikonfirmasi wartawan.
Dalam pertemuan itu, Mardoto mengajukan semua informasi yang masuk dari netizen
"Saya serahkan sebagian sih, bukan semua, mendukung tindak lanjut. Kalau dari Pak Benny (Ketua Kompolnas) rencananya mau diusulkan dibentuk tim khusus, lingkungan Polri melibatkan polres dan polda mungkin dari Mabes Polri,” ujarnya.
Setelah selesai menggali keterangan dari keluarga Mardoto, Kompolnas dan penyidik Polri melanjutkan rapat untuk tindak lanjut kasus ini.
"Hasil rapat) tentu saja penuntasan kasus ini jangan sampai menjadi kedaluwarsa,” katanya.
Adapun beberapa keterangan yang diserahkan untuk mengungkap kasus tewasnya sang anak, di antaranya terkait motif dan nama-nama terduga pelaku.
"Ada dugaan, ada nama-nama, ya silahkan penyidik menggunakan atau tidak. Saya kan bukan penyidik, saya pengumpul informasi, itu (penyidik) Polres Depok. Nama-namanya (terduga pelaku) tidak bisa saya sebutkan, tapi banyak sekali motif-motifnya,”katanya.
Diberitakan sebelumnya Akseyna ditemukan mengambang di Danau Kenanga, kampus UI, Depok pada Kamis 26 Maret 2015 lalu.
Saat ditemukan korban masih membawa tas ransel yang didalamnya berisikan batu conblok dan hingga saat ini kasusnya belum terungkap.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Sebelum Rilis di Indonesia, Film Ghost In The Cell Sudah Dibeli 86 Negara, Ini Daftarnya
-
Penikmat Film Alur Pelan Merapat! Still Shining Sajikan Romansa Slow Burn yang Menyentuh
-
Imbauan WFH 1 Hari Seminggu di Sektor Swasta Dapat Dukungan Pengusaha dan Pekerja
-
4 Pemain Timnas Indonesia Dibekukan Klub Belanda Akibat Polemik Paspor
-
Bertemu Dubes Iran, Jokowi Akui Bahas Banyak Hal, Termasuk Lobi-lobi soal Penutupan Selat Hormuz?
-
BI Sebut Temuan Uang Palsu Rp100 Ribu di Parung Berkualitas Rendah: Cukup Cek Pakai Metode 3D
-
Purbaya Proyeksi Defisit APBN 2026 Tembus 2,9% Meski Harga Minyak Terus Naik
-
7 Parfum Lokal Aroma Powdery yang Tahan Lama, Wangi Lembut Elegan Seharian
-
Gelar Aksi, Pemuda Antikorupsi Desak KPK Segera Panggil Bos Agrinas Terkait Impor Mobil Pikap
-
Killer Elite: Ketika Statham dan De Niro Terjebak dalam Labirin Konspirasi, Malam Ini di Trans TV