Depok.suara.com - Bukan rahasia lagi jika perempuan dan laki-laki berpikir, bertindak, dan memimpin secara berbeda. Umumnya, kebanyakan perempuan cenderung menggunakan perasaan dalam berbagai hal. Lain halnya dengan laki-laki yang cenderung menggunakan logika dalam berpikir dan bertindak.
Rupanya, perbedaan cara berpikir dan bertindak antara perempuan dan laki-laki ini dapat dijelaskan secara sains. Pada dasarnya, otak laki-laki dan perempuan memiliki struktur yang berbeda. Variasi struktural inilah yang menentukan bagaimana kedua gender berpikir, apa yang mereka hargai, dan bagaimana mereka berkomunikasi.
Memahami akar penyebab perempuan melakukan hal-hal yang berbeda dari laki-laki dapat membantu kita menghindari reaksi negatif terhadap perbedaan ini. Di sini, kamu akan diajak memahami lebih dalam perempuan cenderung mengutamakan perasaan daripada logika.
1. Kecenderungan laki-laki dan perempuan dalam menggunakan otak
Dilansir Huffington Post, sebelum awal 1990-an, para ahli meyakini bahwa semua otak adalah sama. Namun, setelah adanya teknologi MRI, para ahli neurobiologi akhirnya menemukan lebih dari 100 perbedaan biologis antara otak laki-laki dan perempuan.
Berbagai penelitian tingkat lanjut tentang otak manusia membuat kita semakin paham bagaimana fungsi otak manusia, serta kecenderungan laki-laki dan perempuan membuat keputusan dan memecahkan masalah. Satu fakta yang penting diketahui adalah meskipun otak dibagi menjadi belahan kiri dan kanan, kebanyakan orang dominan dengan salah satu sisi saja.
Secara umum, orang yang dominan menggunakan otak kiri memiliki karakteristik lebih analitis, berurutan, logis, dan terperinci. Sementara orang yang dominan menggunakan otak kanan umumnya lebih kreatif, nonlinier, intuitif, dan holistik.
Menurut studi yang dimuat dalam The Open Anatomy Journal tahun 2010, laki-laki cenderung menggunakan satu area kecil di sisi kiri otak, sementara mayoritas perempuan menggunakan area di kedua sisi otak. Perbedaan penggunaan otak ini menyebabkan perbedaan perilaku antara laki-laki dan perempuan.
Perempuan cenderung lebih baik dalam merasakan pesan emosional dalam percakapan, gerak tubuh, dan ekspresi wajah, dan karenanya lebih sensitif. Sementara, laki-laki cenderung bertindak berdasar fakta dan logika.
Baca Juga: 5 Cara Mudah Cegah Stres Kerja, Jangan Sampai Ganggu Kehidupan Sosialmu
2. Logika vs bahasa
Diterangkan dalam laman Huffington Post, perbedaan pada otak laki-laki dan perempuan membuat keduanya berpikir dan bertindak dengan cara yang berbeda. Mulai dari cara komunikasi, emosi, orientasi tugas, perhatian terhadap detail, dan cara menghadapi stres.
Laki-laki cenderung memiliki kemampuan logika yang lebih baik daripada perempuan. Sementara, perempuan menunjukkan kemampuan bahasa yang lebih baik daripada laki-laki.
Kemudian, baik laki-laki maupun perempuan, keduanya memiliki bidang keterampilan penting yang secara alami mereka kuasai.
Mengandalkan kekuatan hanya dari satu gender sebagai pemimpin dapat mengakibatkan ketidakseimbangan perspektif dan ide. Di sisi lain, ketika perempuan dan laki-laki bekerja berdampingan dalam tim, keragaman perspektif ini dapat menghasilkan pemikiran yang lebih inovatif.
Keseimbangan yang lebih baik ini pada akhirnya dapat menghasilkan produktivitas yang lebih besar, keterlibatan yang lebih baik, keuntungan yang lebih tinggi, dan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan.
3. Perbedaan aktivitas amigdala
Amigdala adalah wilayah otak yang membuat kita mampu mengingat detail peristiwa sangat emosional. Dilansir Science, otak laki-laki dan perempuan menunjukkan adanya perbedaan respons pada amigdala ketika mereka menerima rangsangan. Pada laki-laki, sisi kanan amigdala menjadi lebih aktif, sedangkan pada perempuan sisi kiri yang lebih aktif.
Pada perempuan, aktivitas amigdala mengarahkan respons stres tubuh dan memengaruhi perasaan. Sementara, pada laki-laki, amigdala bertindak dengan area otak motorik dan visual yang diyakini penting untuk berinteraksi dengan dunia luar.
4. Perbedaan dalam merespons memori
Memori flashbulb adalah gambaran sangat jelas dan terperinci dari momen yang mengejutkan dan emosional. Ini melibatkan aktivitas amigdala yang berperan dalam memberi tahu hipokampus, wilayah yang berperan dalam mengatur pembelajaran, mengurai memori, konsolidasi memori, dan navigasi spasial.
Dijelaskan dalam laman Wondrium Daily, terdapat perbedaan perilaku dalam mengingat peristiwa emosional bagi laki-laki dan perempuan. Perempuan memiliki ingatan yang lebih kuat dan lebih rinci tentang peristiwa emosional dan dapat mengingatnya lebih cepat.
Lebih lanjut, kekuatan memori yang lebih besar itu pada akhirnya membuat perempuan memiliki emosi yang lebih menonjol daripada pada laki-laki. Kuatnya dalam mengingat peristiwa emosional ini juga diyakini menjadi salah satu alasan mengapa perempuan cenderung lebih sering didiagnosis dengan kondisi mental, seperti depresi, kecemasan, dan PTSD.
5. Perempuan lebih sensitif terhadap rasa sakit
Rasa sakit adalah pengalaman rumit yang dipengaruhi oleh banyak variabel dalam tubuh. Mulai dari cara saraf mengirim dan menerima informasi, hingga bagaimana otak menangani informasi tentang rasa sakit yang berasal dari saraf, hingga seberapa banyak peradangan di tubuh.
Diterangkan dalam laman Practical Pain Management, secara umum, perempuan mengalami tingkat nyeri lebih tinggi dan mungkin mengalami gangguan nyeri tertentu daripada laki-laki. Selanjutnya, otak dan tubuh laki-laki dan perempuan merespons rasa sakit secara berbeda.
Hormon pada perempuan mungkin berperan membuat perempuan lebih sensitif terhadap rasa sakit. Selain itu, perempuan memiliki kepadatan saraf yang lebih besar, yang dapat menyebabkan perempuan merasakan sakit yang lebih parah daripada laki-laki.
Selain itu, pengalaman psikologis nyeri perempuan berbeda dari laki-laki dalam hal-hal tertentu. Misalnya, perempuan cenderung lebih khawatir tentang rasa sakit dan merasa lebih tidak berdaya tentang hal itu, yang kemudian membuat mereka lebih mungkin mengalami depresi dan kecemasan. Meskipun begitu, tak sedikit perempuan yang memiliki jangkauan keterampilan mengatasi rasa sakit yang lebih luas daripada laki-laki.
Bisa dikatakan, perbedaan antara laki-laki dan perempuan dalam menggunakan emosi dan logika merupakan bagian dari naluri. Dengan mengetahui fakta ini, harapannya kita semua dapat saling memahami satu sama lain. Selain itu, perempuan tentu saja bisa melatih diri agar lebih banyak menggunakan logika dan laki-laki juga bisa belajar menggunakan perasaan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bukan Hanya Siswa, Guru pun Terkena Aturan Baru Penggunaan Ponsel di Sekolah Sulbar
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
Pilihan
-
Cerita Warga Solo Hadapi Pajak Opsen hingga Kaget Uang Tak Cukup, FX Rudy: Mohon Dipertimbangkan!
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
Terkini
-
Film Animasi GOAT: Kisah Kambing Kecil yang Mengubah Permainan
-
Sandy Walsh Jadi Satu-satunya Wakil Indonesia di 16 Besar ACL Elite
-
Vatikan Tolak Undangan Masuk Board of Peace
-
Selisih Baru vs Seken Jauh: Mobil Bekas Innova Reborn Kini Harganya Berapaan?
-
Purbaya Tambah Anggaran TKD Rp 10,65 Triliun ke Aceh, Sumut, Sumbar
-
CtGA Dorong NGO Ubah Peran, Bangun Kolaborasi Strategis dengan Perusahaan
-
Jadwal Imsakiyah Ramadan 2026 Medan, Cek di Sini!
-
5 Tablet Murah dengan RAM 8 GB dan Layar Lebar Mulai Rp1 Jutaan, Cocok buat Streaming
-
Ganti Rugi CPNS Bodong Rp8,1 Miliar Belum Dibayar, 3 Rumah Nia Daniaty Terancam Disita
-
ANTM dan PTBA Kembali Menyandang Status Persero