- Vatikan menolak bergabung dengan Board of Peace (BOP) yang dipimpin Donald Trump untuk mengawasi Gaza.
- Kardinal Pietro Parolin menegaskan BOP unik dan PBB seharusnya mengelola krisis internasional tersebut.
- BOP dikritik karena tidak melibatkan Palestina dan justru memasukkan Israel sebagai anggota.
Suara.com - Vatikan mengumumkan tidak akan bergabung dengan Board of Peace (BOP), lembaga yang didirikan dan dipimpin oleh Donald Trump untuk mengawasi pemerintahan sementara Jalur Gaza, Palestina.
Menteri luar negeri Vatikan Kardinal Pietro Parolin pada Selasa (17/2/2026) menegaskan pihaknya tidak akan bergabung dengan BOP karena sifat badan tersebut yang unik, berbeda dari organisasi internasional lainnya.
BOP sendiri didirikan oleh Trump dan Vatikan pada Januari lalu diundang untuk bergabung di dalamnya. Lembaga tersebut akan menggelar pertemuan pertama di Washington DC pada 19 Februari pekan ini.
Beberapa negara Barat seperti Inggris, Prancis, Jerman, Norwegia dan Swedia sudah menolak untuk bergabung di BOP. Italia dan Uni Eropa sejauh ini memutuskan untuk hanya mengirim pemantau di pertemuan tersebut.
"Vatikan tidak akan berpartisipasi di Board of Peace karena sifatnya yang unik, yang jelas-jelas beroperasi tidak seperti organisasi antarnegara lainnya," kata Parolin.
"Salah satu keberatan kami adalah di level internasional seharusnya PBB yang mengelola situasi krisis. Ini salah poin yang kami tekankan," lanjut dia.
BOP, di bawah pimpinan Trump, rencananya tidak akan hanya mengurus soal Gaza tapi juga mengatasi konflik lainnya di dunia.
Salah satu kritik terhadap BOP adalah karena tidak melibatkan Pemerintah Palestina di dalamnya, tapi Israel menjadi salah satu anggota. Tak heran jika BOP dilihat mirip struktur kolonial di zaman penjajahan.
Sementara di tengah pembahasan soal BOP berjalan, Israel masih melancarkan serangan terhadap warga Palesina di Gaza maupun tepi Barat.
Baca Juga: Israel Masuk Dewan Perdamaian Trump, Koalisi Desak Indonesia Mundur dari BoP
Sejak Oktober 2023 lalu, sudah lebih dari 73.000 warga Palestina dan 2000 warga Israel tewas akibat konflik tersebut. Selain itu jutaan warga Palestina di Gaza juga dipaksa mengungsi dan kelaparan akibat serangan militer yang membabi-buta dari Israel.
Sejumlah analis dan pakar, termasuk badan PBB, sepakat bahwa Israel melakukan genosida di Gaza.
Berita Terkait
-
Menlu Sugiono Bertemu Sekjen PBB di New York, Bahas Krisis Palestina dan Board of Peace
-
Tiba di Washington DC, Prabowo Disambut Hangat Diaspora dan Mahasiswa Indonesia
-
BYD Persoalkan Legalitas Aturan Darurat Amerika Serikat Mengenai Tarif Impor
-
Geger! Trump Disebut Siap Dukung Serangan Militer Israel ke Iran Jika Negosiasi Gagal
-
Bawa Misi Palestina ke Board of Peace, Komisi I DPR Beri 3 Pesan Penting untuk Prabowo
Terpopuler
- Bukan Hanya Siswa, Guru pun Terkena Aturan Baru Penggunaan Ponsel di Sekolah Sulbar
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
Pilihan
-
Cerita Warga Solo Hadapi Pajak Opsen hingga Kaget Uang Tak Cukup, FX Rudy: Mohon Dipertimbangkan!
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
Terkini
-
Menag: Ramadan 1447 H Momentum Perkuat Kesalehan Sosial dan Hidup Tak Eksploitasi Alam
-
Brak! Pagar Rumah Jusuf Kalla di Jaksel Roboh Diseruduk Mobil Hyundai Santa Fe, Begini Kondisinya
-
Belum Siap Beri Keterangan, Pemerintah-DPR Minta MK Tunda Sidang Uji Materiil UU Guru dan Dosen
-
Mendagri Ungkap Data Pascabencana: 29 Desa Hilang Diterjang Banjir dan Longsor di Sumatra
-
Bantuan Pangan Diaspora Aceh di Malaysia Terganjal Bea Cukai, Mendagri 'Ngadu' ke DPR
-
Boleh Buka Puasa di KRL Saat Ramadan 1447 H, Ini Aturan dari KAI Commuter
-
KPK Panggil Eks Menhub Budi Karya Sumadi Terkait Kasus DJKA
-
RS Wajib Terima Pasien PBI Darurat! Bakal Ada BPJS yang Kontrol
-
Mabuk Berat, Pria 24 Tahun Ngamuk dan Tusuk Warga di Duren Sawit
-
Sasar Seminar Hotel Mewah, Maling Berlanyard Ternyata Petakan Kegiatan Sebelum Beraksi