Depok.suara.com - Presiden FIFA Gianni Infantino menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Selasa (18/10) siang. Tetapi warganet mengomentari tidak hadirnya PSSI pada pertemuan tersebut.
Padahal pertemuan tersebut, selain Jokowi, terlihat pula Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (Menteri BUMN) Erick Thohir menemui Infantino.
Kedua menteri itu menyambut Infantino lebih dulu sebelum bertemu Jokowi di Ruang Jepara, Istana Merdeka.
Setelahnya keduanya melakukan konferensi pers sekitar pukul 13.45 WIB, kolom komentar di akun YouTube Sekretariat Presiden mulai marak dengan beragam tulisan.
Di antara bermacam komentar yang ada, pertanyaan mengenai ketiadaan PSSI.
Tanggapan-tanggapan seperti 'PSSI mana?', 'Ibul mana?', Iwan mana iwan?', 'kok enggak ngundang PSSI', dan 'PSSI ga diajak?' membanjiri kolom komentar.
Selain itu ada pula netizen yang mencantumkan beragam pesan termasuk tagar #STYSTAY.
Dalam konferensi pers setelah pertemuan dengan Infantino, Jokowi menjelaskan keduanya membicarakan soal rasa duka dan simpati mendalam atas tragedi Kanjuruhan. Selain itu ada pula poin kesepakatan melakukan transformasi sepak bola nasional secara menyeluruh.
Kepastian penyelenggaraan Piala Dunia U-20 2023 di Indonesia juga dituturkan Jokowi.
Baca Juga: Australia Putuskan Batal Akui Yerusalem Barat sebagai Ibu Kota Israel
Kedatangan Infantino ke Jakarta merupakan lanjutan atas rencana besar transformasi sepak bola Indonesia terkait buntut dari kasus tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada 1 Oktober 2022.
Menurut laporan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) yang diserahkan kepada Presiden Jokowi pada Jumat (14/10), Tragedi Kanjuruhan menimbulkan sedikitnya 132 korban jiwa, 96 korban luka berat, dan 484 lainnya luka sedang serta ringan. Polri sudah menetapkan enam tersangka dalam kasus tersebut.
Sumber: Suara.com
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Studio DEEN Siap Garap Anime Baru Higurashi: When They Cry Setelah 20 Tahun
-
IHSG Menghijau Lagi Dibuka ke Level 6.000, TPIA dan ASII Mulai Dibeli Asing
-
4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Waktunya Beli, Harga Emas Antam Dua Hari Nggak Berubah Masih Rp2.665.000/Gram
-
Ditempa Sang Waktu: Berapapun Seringnya, Patah Hati itu Tetap Sakit!
-
ASDP Operasikan 29 Kapal untuk Jaga Kelancaran Logistik Ketapang-Gilimanuk
-
Emiten Konstruksi PPRE Catatkan Pendapatan Rp3,9 Triliun Sepanjang 2025
-
3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama