Depok.suara.com, Sempat ramai diperbincangkan dan mendapat sorotan dari berbagai pihak, akhirnya tugu Gong si Bolong yang berlokasi di Pertigaan Tanah Baru, Kecamatan Beji telah dibongkar dan akan dipindahkan ke lokasi yang baru.
Menanggapi hal tersebut, pemindahan tugu Gong si Bolong, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Depok Marbudi mengaku pihaknya tidak mengetahui terkait pemindahan tugu tersebut.
Pasalnya, kata Marbudi, hingga saat ini pihaknya belum pernah menerima instruksi dalam bentuk apa pun terkait hal tersebut.
"Saya tidak tidak tau persis soal pemindahan tugu gong si bolong, karena memang tidak ada informasi terkait hal itu," ujar Marbudi ketika dikonfirmasi depok.suara.com Jumat (21/10/2022).
Lebih lanjut Marbudi mengatakan, sebelumnya Ia hanya mendengar kabar tentang adanya pemindahan tersebut, namun, tidak ada informasi resmi yang masuk ke Dinas Perhubungan.
Bahkan, kata Marbudi, baru baru ini dirinya mendengar bahwa pemindahan tugu gong si bolong tersebut telah dilakukan.
"Hingga saat ini tidak ada arahan dari pimpinan soal pemindahan tersebut" terangnya.
Soal pemindahan tugu tersebut sempat menjadi sorotan dari sejumlah pihak soal rekayasa lalu lintas, Marbudi menuturkan, jika memang kami (Dishub) dilibatkan pastinya akan ada pembahasan itu.
"Idealnya memang harus ada rekayasa lalu lintas, tapi berhubung tidak ada informasi apapun secara resmi maka kami tidak melakukan tindaklanjut apapun terkait hal itu karena tidak dilibatkan," tandasnya.
Baca Juga: Dirawat di RS Setelah Keguguran, Via Vallen Semangati Dirinya Sendiri
Sebelumnya diberitakan, pemindahan Tugu Gong Si Bolong yang berlokasi di Pertigaan Tanah Baru, Kecamatan Beji mendapat sorotan dari Anggota DPRD Depok Nurhasan.
Nurhasan mempertanyakan jika tugu tersebut akan dipindahkan apakah sudah ada Manajemen Rekayasa Lalu Lintasnya.
"Kami rasa perlu adanya kajian rekayasa lalu lintas yang melibatkan beberapa stake holder seperti Dinas Perhubungan dalam pemindahan tugu gong si bolong,"katanya.
Lebih lanjut Nurhasan mengatakan, perlu adanya kajian yang matang salah satunya rekayasa lalu lintas pasca pemindahan tugu si bolong.
"Apakah sudah ada kajian yang matang terkait pemindahan Tugu Si Bolong, mau dipindah kemana itu tugunya,"katanya.
"Sampai saat ini sampai sejauh mana proses perkembangannya pemindahan Tugu Si Bolong," sambungnya.
Jika memamg dipindahkan ke lokasi lain, kata Nurhasan, jangan malah menimbulkan masalah baru seperti kemacetan atau masalah lainnya.
Saat ini saja, lanjut Nurhasan, lalu lintas di lokasi tersebut menjadi kantong kemacetan lalu lintas, dan diharapkan jika tugu itu dipindahkan bisa memecahkan kemacetan lalu lintas.
"Artinya perlu perencanaan yang baik, sehingga nantinya di lokasi yang baru menjadi icon yang estekik dan menambah keindahan lokasi jalan," terangnya.
"Kami harap posisi yang baru di harapkan strategis dan juga dapat membantu kenyamanan lingkungan," tambahnya.
Sementara itu, Lurah Tanah Baru Dicky Mahyudin belum dapat memastikan kapan Tugu Gong Si Bolong dipindahkan. Menurut dia, wewenang pemindahan tugu itu ada di tangan pihak Tol Cijago Seksi 3.
"Pihak tol bilangnya secepatnya untuk melakukan pembongkaran dulu karena memang sudah mengganggu lalin," ujar Dicky.
Dicky mengatakan, keberadaan tugu tersebut sudah tidak memungkinkan karena menghambat arus lalu lintas. Terlebih, jalan layang atau overpass Tol Cijago Seksi 3 telah beroperasi.
Pihaknya terbuka dengan penataan Tugu Gong Si Bolong yang baru yang rencananya desainnya dari warga.
“Dirapikan lagi, jadi tugu yang lama itu dihancurkan, dirobohkan nanti dibangun lagi yang baru. Ukurannya agak besar lebih besar sedikit sekitar 2×2 dan lebih bagus. Dan itu pun desainnya nanti dari warga tokoh, tapi nanti pembangunannya dari pihak tol yang bangun,” katanya.
Terkait pemindahan Tugu Si Bolong pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Depok.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Konsultasi Hukum: Bolehkah Orang Tua Mengalihkan Kewarganegaraan Anak Secara Sepihak?
-
Tren Viral Transisi Imam Tarawih di TikTok: Syiar atau Riya?
-
Surat Cerai di Meja Sahur
-
Banjir Pasaman Barat Mengintai, Pemkab Ingatkan Warga Tepi Sungai Waspada!
-
IHSG Ditutup Longsor Lagi, 494 Saham Kebakaran
-
LPDP Ungkap Beasiswa Kini Fokus ke Program STEM, AI-Semikonduktor, hingga Hilirisasi
-
Cuti Bersama dan WFA Libur Lebaran 2026 Mulai Kapan? Cek Jadwal Resminya
-
Ini 3 Jenis Pick Up yang Didatangkan Agrinas, Carry dan Gran Max Kalah Kelas
-
Kenapa Paus Pembunuh Tiba-Tiba Muncul di Perairan Bunaken? Ini Jawaban Ahli
-
Game Silent Hill: Townfall Hadirkan Horor First-Person yang Mencekam di 2026