/
Rabu, 26 Oktober 2022 | 19:04 WIB
Unicef sebut anak di tahun 2050 akan alami gelombang panas (Unicef)

Depok.suara.com - Cuaca panas menjadi risiko kesehatan bagi banyak negara, tetapi data baru menunjukkan bahwa hampir setiap anak akan mendapat efek buruk dari gelombang panas pada tahun 2050, Organisasi untuk Anak-anak PBB (UNICEF) memperingatkan hal ini.

Menurut badan PBB, setidaknya setengah miliar anak sudah merasakan efek buruk dari gelombang panas dalam jumlah besar karena perubahan iklim, dikutip dari Xinhua, Rabu (26/10/2022).

Pada pertengahan abad ini, diperkirakan bahwa lebih dari 2 miliar anak-anak akan terkena gelombang panas "lebih sering, lebih lama, dan lebih parah".

"Krisis iklim berdampak pada hak-hak anak dan itu sudah memakan korban yang menghancurkan kehidupan dan masa depan anak-anak," kata Direktur Eksekutif UNICEF Catherine Russell.

Kebakaran hutan dan gelombang panas tahun ini yang melanda India, Eropa, dan Amerika Utara adalah "contoh serius dari dampak perubahan iklim pada anak-anak," tambahnya.

Data baru yang diterbitkan dalam laporan badan tersebut menyebut, ini adalah tahun terdingin terakhir dari sisa hidup mereka.

Juga digaris bawahi bahwa anak-anak menghadapi risiko yang lebih besar daripada orang dewasa ketika dihadapkan dengan peristiwa panas yang ekstrem. Ini dikarenakan mereka kurang mampu mengatur suhu tubuhnya dibandingkan dengan orang dewasa.

Semakin banyak anak terpapar gelombang panas, semakin besar kemungkinan masalah kesehatan termasuk kondisi pernapasan kronis, asma, dan penyakit kardiovaskular.

"Dunia sangat perlu berinvestasi dalam membangun ketahanan mereka dan dalam mengadaptasi semua sistem yang diandalkan anak-anak untuk menghadapi tantangan iklim yang berubah dengan cepat," kata UNICEF.

Baca Juga: Rekonstruksi Suami Bunuh Istri di Boyolali, Tersangka Peragakan 28 Adegan, Korban Tewas Disumpal Celana Dalam

Load More