/
Selasa, 01 November 2022 | 08:42 WIB
Abc news

Depok.suara.com - Penyerangan Rusia di Ukraina masuh terus berlanjut. Terbaru, puluhan rudal disebut menyerang kota-kota di bekas sesama Uni Soviet tersebut, termasuk ibu kota Kyiv.

Ini terjadi setelah pengumuman Rusia yang menarik diri dari perjanjian kesepakatan ekspor gandum dan biji-bijian di Laut Hitam akhir pekan kemarin. Padahal, perjanjian yang dibuat Juli tersebut memungkinkan produk pertanian penting untuk diekspor dari beberapa pelabuhan Ukraina.

Rusia mengalami hal tersebut didasari serangan Ukraina ke militer di Laut Hitam. Berikut beberapa update terbaru perang Senin hingga Selasa (1/11/2022) ini. 

Rusia dilaporkan menembak lebih dari 50 rudal sehari ke Ukraina. Ini dilaporkan Perdana Menteri Ukraina Denys Shmyhal.

"Rudal dan drone menghantam 10 wilayah, di mana 18 objek (fasilitas) rusak, sebagian besar terkait energi," katanya di Telegram, dikutip CNBC International.

Ia menjelaskan, bahwa ratusan pemukiman di tujuh wilayah Ukraina terputus. Namun, kata Denys, Ukraina masuh bisa bertahan. 

"Ratusan pemukiman di tujuh wilayah Ukraina terputus. Konsekuensinya bisa jauh lebih buruk," tegasnya.

"Tetapi berkat kerja heroik dan profesional Angkatan Pertahanan Udara, 44 dari lebih dari 50 rudal yang ditembakkan ke wilayah kami ditembak jatuh," tambahnya.

Bukan hanya Kyiv, sejumlah kota-kota di Ukraina Timur dan Selatan juga menjadi sasaran. Dnipropetrovsk di tenggara Ukraina pun dilaporkan diserang dengan rudal Rusia pagi waktu setempat.

Baca Juga: Kebijakan Pembebasan Tarif Ekspor CPO Diperpanjang sampai Desember 2022

Kyiv Kritis Listrik dan Air

Serangan membabi-buta Rusia membuat Kyiv kekurangan listrik dan air. Beberapa pemukiman dilaporkan mengalami krisis Senin.

Serangan rudal pagi ini menghantam 18 fasilitas. Ini sebagian besar terkait dengan energi, membuat 80% penduduk Kyiv tidak memiliki air atau listrik.

Namun dalam update terbaru Senin malam, penyedia listrik Kyiv DTEK, Kyivski Elektromerezhi, mengatakan listrik dan air sekarang telah berangsur dipulihkan di ibu kota.

"Kami telah memulihkan pasokan listrik ke konsumen dan fasilitas utilitas air yang tidak memiliki aliran listrik karena serangan teroris Rusia terhadap fasilitas infrastruktur penting kota pada pagi hari tanggal 31 Oktober," tulis sebuah posting dari halaman Facebook resmi DTEK.

Namun, mengikuti instruksi dari operator sistem transmisi listrik negara, Ukrenergo, pembatasan pasokan listrikakan tetap berlaku. Daya akan dikembalikan sepenuhnya setelah sistem stabil dan atas instruksi Ukrenergo, menurut penyedia.

Load More