Depok.suara.com - Penyerangan Rusia di Ukraina masuh terus berlanjut. Terbaru, puluhan rudal disebut menyerang kota-kota di bekas sesama Uni Soviet tersebut, termasuk ibu kota Kyiv.
Ini terjadi setelah pengumuman Rusia yang menarik diri dari perjanjian kesepakatan ekspor gandum dan biji-bijian di Laut Hitam akhir pekan kemarin. Padahal, perjanjian yang dibuat Juli tersebut memungkinkan produk pertanian penting untuk diekspor dari beberapa pelabuhan Ukraina.
Rusia mengalami hal tersebut didasari serangan Ukraina ke militer di Laut Hitam. Berikut beberapa update terbaru perang Senin hingga Selasa (1/11/2022) ini.
Rusia dilaporkan menembak lebih dari 50 rudal sehari ke Ukraina. Ini dilaporkan Perdana Menteri Ukraina Denys Shmyhal.
"Rudal dan drone menghantam 10 wilayah, di mana 18 objek (fasilitas) rusak, sebagian besar terkait energi," katanya di Telegram, dikutip CNBC International.
Ia menjelaskan, bahwa ratusan pemukiman di tujuh wilayah Ukraina terputus. Namun, kata Denys, Ukraina masuh bisa bertahan.
"Ratusan pemukiman di tujuh wilayah Ukraina terputus. Konsekuensinya bisa jauh lebih buruk," tegasnya.
"Tetapi berkat kerja heroik dan profesional Angkatan Pertahanan Udara, 44 dari lebih dari 50 rudal yang ditembakkan ke wilayah kami ditembak jatuh," tambahnya.
Bukan hanya Kyiv, sejumlah kota-kota di Ukraina Timur dan Selatan juga menjadi sasaran. Dnipropetrovsk di tenggara Ukraina pun dilaporkan diserang dengan rudal Rusia pagi waktu setempat.
Baca Juga: Kebijakan Pembebasan Tarif Ekspor CPO Diperpanjang sampai Desember 2022
Kyiv Kritis Listrik dan Air
Serangan membabi-buta Rusia membuat Kyiv kekurangan listrik dan air. Beberapa pemukiman dilaporkan mengalami krisis Senin.
Serangan rudal pagi ini menghantam 18 fasilitas. Ini sebagian besar terkait dengan energi, membuat 80% penduduk Kyiv tidak memiliki air atau listrik.
Namun dalam update terbaru Senin malam, penyedia listrik Kyiv DTEK, Kyivski Elektromerezhi, mengatakan listrik dan air sekarang telah berangsur dipulihkan di ibu kota.
"Kami telah memulihkan pasokan listrik ke konsumen dan fasilitas utilitas air yang tidak memiliki aliran listrik karena serangan teroris Rusia terhadap fasilitas infrastruktur penting kota pada pagi hari tanggal 31 Oktober," tulis sebuah posting dari halaman Facebook resmi DTEK.
Namun, mengikuti instruksi dari operator sistem transmisi listrik negara, Ukrenergo, pembatasan pasokan listrikakan tetap berlaku. Daya akan dikembalikan sepenuhnya setelah sistem stabil dan atas instruksi Ukrenergo, menurut penyedia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Prancis Ditantang Maroko di Perepat Final Piala Dunia 2026
-
Ragnar Oratmangoen Terbaru, Daftar 5 Pemain Anyar Persib Bandung
-
Hasil Prancis vs Paraguay, Skor Tipis Les Bleus Lolos Perempat Final Piala Dunia 2026
-
Penasihat Presiden Cari Karyawan Korban PHK TikTok Tokopedia
-
Kementerian Ekraf Perluas Pasar Produk Kreatif ke Kanada
-
Total Jadi 27 Orang, Seretan Tersangka Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha Kian Panjang
-
Bayi Sengaja Ditinggal di Toilet Kereta Eksekutif KA Sancaka Jurusan Jogja - Surabaya
-
Kemnaker Klaim Belum Ada Laporan PHK di TikTok Tokopedia
-
Satu Wewangian Tak Lagi Cukup, Tren Memilih Parfum Berdasarkan Suasana Hati Makin Populer
-
Program 'Speling' Jateng di Banyumas, Wagub Taj Yasin Dekatkan Dokter Spesialis ke Tingkat Kecamatan