Biden Ngamuk ke Zelensky
Presiden AS Joe Biden dilaporkan sempat marah ke Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Ini terjadi Juni lalu, kata beberapa orang yang dekat dengan masalah ini.
Hal itu bermula dari panggilan telepon, saat keduanya berbicara soal paket baru bantuan AS untuk militer Ukraina. Saat Biden baru memberi tahu bahwa dia baru saja memberi bantuan militer sebesar US$ 1 miliar lagi untuk Ukraina, Zelenky malah mendaftar semua bantuan tambahan yang dia butuhkan dan tidak dia dapatkan.
"Biden kehilangan kesabaran," kata orang-orang yang akrab dengan panggilan itu, dikutip NBC.
"Orang-orang Amerika cukup murah hati, dan pemerintahannya serta militer AS bekerja keras untuk membantu Ukraina, tegas Biden kala itu, meninggikan suaranya. Zelensky seharusnya dapat menunjukkan sedikit lebih banyak rasa terima kasih," katanya lagi.
Seorang juru bicara Dewan Keamanan Nasional menolak mengomentari cerita tersebut. Seorang juru bicara Zelenskyy tidak menanggapi permintaan komentar.
AS Hubungi China
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken berbicara dengan rekannya dari China tentang perang Rusia di Ukraina. Hal ini dikonfirmasi Departemen Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan.
"Blinken berbicara dengan Penasihat Negara Republik Rakyat China dan Menteri Luar Negeri Wang Yi," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price.
Baca Juga: Kebijakan Pembebasan Tarif Ekspor CPO Diperpanjang sampai Desember 2022
"Menteri itu mengangkat perang Rusia melawan Ukraina dan ancaman yang ditimbulkannya terhadap keamanan global dan stabilitas ekonomi," tambahnya.
Washington sendiri telah berulang kali memperingatkan Beijing. Paman Sam meminta agar Tirai Bambu tidak memberikan bantuan keuangan ke Moskow untuk membantu Presiden Rusia Vladimir Putin menumpulkan sanksi global.
Jumlah Korban Baru Perang
PBB telah mengkonfirmasi 6.430 kematian warga sipil dan 9.865 cedera di Ukraina sejak Rusia menyerang 24 Februari.
Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia mengatakan jumlah korban tewas di Ukraina kemungkinan lebih tinggi karena konflik bersenjata dapat menunda laporan kematian.
Organisasi internasional itu mengatakan sebagian besar korban sipil yang tercatat disebabkan oleh penggunaan senjata peledak dengan area dampak yang luas. Termasuk penembakan dari artileri berat dan beberapa sistem peluncuran roket, serta rudal dan serangan udara.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Dompet Penarik Rejeki Warna Apa? Ini Pilihan agar Kamu Beruntung sesuai Shio dan Feng Shui
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
LIVE STREAMING: Presiden Prabowo Sampaikan Kerangka Ekonomi di Rapat Paripurna DPR
-
Arsenal Juara Liga Inggris, Ini Ucapan Berkelas Pep Guardiola
-
Easy to Copy! 4 Ide OOTD ala James CORTIS dari Basic sampai Sporty Casual
-
Berapa Harga Motor Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026? Lenyap dalam Sekejap Usai Crash Horor
-
8 Angka Ajaib yang Bawa Arsenal Akhiri Puasa Gelar Liga Inggris 22 Tahun
-
Begal Bersenpi Ditangkap di Pasar Rebo, Sudah Beraksi di 6 Lokasi Jakarta Timur hingga Bekasi
-
Kevin Gusnadi Sudah Masuk Lingkar Keluarga Ayu Ting Ting, Dipanggil Aa oleh Umi Kalsum
-
8 Jam KPK Geledah Kantor Diskes dan Disdik Ponorogo: Tiga Koper Disita, Satu ASN Dibawa Pergi
-
6 Warna Pintu Rumah yang Bawa Hoki Menurut Fengshui, Bisa Mendatangkan Rezeki
-
ICW Pertanyakan Komitmen Pemerintah Usai Purbaya Wacanakan Pemutihan Rokok Ilegal