Depok.suara.com - Publik dikejutkan dengan video yang beredar di media sosial tentang dugaan pungutan untuk biaya sekolah yang harus dibayarkan orang tua siswa. Diperlihatkan hal ini terjadi dalam silaturahmi pihak orang tua dan komite SMA 3 Kota Bekasi.
Dari unggahan akun Bekasi24jam--jaringan Suara.com terlihat rincian sumbangan yang harus dibayarkan orang tua siswa untuk awal tahun. Jumlahnya pun cukup besar yakni mencapai Rp4,5 juta.
Disebutkan sumbangan tersebut dibayarkan selama siswa berada di kelas X. Tetapi sumbangan tersebut tidak hanya itu.
Setelahnya ada juga sumbangan per bulan sebesar Rp300 ribu yang harus dibayarkan siswa sampai lulus dari SMA 3 kota Bekasi.
Dalam video yang berdurasi 26 detik itu, tampak seorang pria dengan mengenakan jas hitam berbicara di depan sejumlah orang. Pria itu diduga dari pihak sekolah SMA 3 Kota Bekasi.
"Dalam rangka mencapai ini tadi, maka dibutuhkan anggaran, ini kebutuhannya. kebutuhan yang akan kita capai," ujar pria memakai jas hitam.
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan bahwa semua hal yang menyangkut kebijakan sekolah SMA harus melalui persetujuan gubernur, terutama jika hal urgensi.
Untuk mengetahui apakah benar adanya pungli di SMA 3 Kota Bekasi, Ridwan Kamil telah menerjunkan Kadisdik untuk menelusuri pungutan tersebut.
"Dan segera memberi sanksi jika ada pelanggaran aturan yang disengaja oleh sekolah yang bersangkutan," tulis Ridwan Kamil.
Baca Juga: Isu Tertular HIV, Denise Chariesta Akui Tak Pernah Pakai Kondom selama Berhubungan dengan RD
Kepada masyarakat, Ridwan Kamil meminta jika menemukan adanya praktik keliru yang sama di sekolah-sekolah untuk lapor kepadanya.
"Jika ada praktik keliru yang sama di sekolah-sekolah menengah negeri lainnya segera dilapori kepada kami atau @disdikjabar. Hatur nuwun," tutupnya.
Sontak, video itu viral di media sosial hingga sampai ke Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mendapatkan komentar pedas dari netizen.
“Duuuh aku malu sebagai alumni SMAN 3. Dulu aku ngerasain masuk SMAN 3 benar-bener test dan lihat hasilnya di papan tulis yang gede nyari namanya pun satu-satu.” kata salah satu netizen.
“Sepertinya orang tua murid banyak diam karena khawatir anak nya disisihkan, karena ini udah tradisi di sekolah-sekolah negeri.” tutur netizen lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali
-
Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Resah, Puluhan Pimpinan Media Lokal dari 4 Provinsi Kumpul di Pekanbaru Bahas Ekosistem Media
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu