/
Rabu, 16 November 2022 | 17:50 WIB
SMA 3 Kota Bekasi (Ist)

Depok.suara.com - Publik dikejutkan dengan video yang beredar di media sosial tentang dugaan pungutan untuk biaya sekolah yang harus dibayarkan orang tua siswa. Diperlihatkan hal ini terjadi dalam silaturahmi pihak orang tua dan komite SMA 3 Kota Bekasi.

Dari unggahan akun Bekasi24jam--jaringan Suara.com terlihat rincian sumbangan yang harus dibayarkan orang tua siswa untuk awal tahun. Jumlahnya pun cukup besar yakni mencapai Rp4,5 juta.

Disebutkan sumbangan tersebut dibayarkan selama siswa berada di kelas X. Tetapi sumbangan tersebut tidak hanya itu.

Setelahnya ada juga sumbangan per bulan sebesar Rp300 ribu yang harus dibayarkan siswa sampai lulus dari SMA 3 kota Bekasi.

Dalam video yang berdurasi 26 detik itu, tampak seorang pria dengan mengenakan jas hitam berbicara di depan sejumlah orang. Pria itu diduga dari pihak sekolah SMA 3 Kota Bekasi.

"Dalam rangka mencapai ini tadi, maka dibutuhkan anggaran, ini kebutuhannya. kebutuhan yang akan kita capai," ujar pria memakai jas hitam.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan bahwa semua hal yang menyangkut kebijakan sekolah SMA harus melalui persetujuan gubernur, terutama jika hal urgensi.

Untuk mengetahui apakah benar adanya pungli di SMA 3 Kota Bekasi, Ridwan Kamil telah menerjunkan Kadisdik untuk menelusuri pungutan tersebut. 

"Dan segera memberi sanksi jika ada pelanggaran aturan yang disengaja oleh sekolah yang bersangkutan," tulis Ridwan Kamil.

Baca Juga: Isu Tertular HIV, Denise Chariesta Akui Tak Pernah Pakai Kondom selama Berhubungan dengan RD

Kepada masyarakat, Ridwan Kamil meminta jika menemukan adanya praktik keliru yang sama di sekolah-sekolah untuk lapor kepadanya.

"Jika ada praktik keliru yang sama di sekolah-sekolah menengah negeri lainnya segera dilapori kepada kami atau @disdikjabar. Hatur nuwun," tutupnya.

Sontak, video itu viral di media sosial hingga sampai ke Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mendapatkan komentar pedas dari netizen.

Duuuh aku malu sebagai alumni SMAN 3. Dulu aku ngerasain masuk SMAN 3 benar-bener test dan lihat hasilnya di papan tulis yang gede nyari namanya pun satu-satu.” kata salah satu netizen.

Sepertinya orang tua murid banyak diam karena khawatir anak nya disisihkan, karena ini udah tradisi di sekolah-sekolah negeri.” tutur netizen lainnya.

Load More