/
Senin, 21 November 2022 | 10:39 WIB
Dr. Vegapunk mengaku bahwa dirinya menjadi ilmuan cerdas berkat buku peninggalan Ohara (Ist)

Tanpa mereka sadari, sebenarnya keputusan untuk tidak menghancurkan buku-buku itu justru menjadi bumerang bagi mereka sendiri. Hal ini bisa kita lihat dari fakta yang terungkap di chapter 1066 kemarin. 

Dalam chapter tersebut, kita melihat kelanjutan peristiwa Ohara yang baru Oda hadirkan, di mana ternyata dua bulan pasca kejadian tersebut para raksasa memutuskan untuk menyelamatkan buku-buku itu.

Karena merasa World Government tidak peduli akan hal itu, para raksasa yang dipimpin oleh Saul kemudian membawanya ke pulau Elbaf. Ada beberapa kemungkinan yang terjadi terkait hal ini. 

Pertama, para raksasa benar-benar menyimpan semua buku-buku tersebut di Elbaf. Kedua, mereka hanya menyimpan buku-buku yang dianggap penting atau mampu memberikan ancaman bagi World Government.

Sisa dari buku-buku pengetahuan lainnya kemudian disebarkan dan disimpan di perpustakaan lainnya yang ada di dunia One Piece. Inilah yang mungkin jadi alasan mengapa Nami menemukan salah satu buku peninggalan Ohara yaitu “Brag Men” di arc sebelumnya. Selain itu, ini juga menjadi sumber kecerdasan dari ilmuwan Vegapunk seperti yang terungkap di chapter 1066.

Dalam chapternya Vegapunk mengatakan bahwa dia membaca semua buku yang ada di Elbaf. Karena itu, dia mampu menjadi sosok ilmuwan paling cerdas di dunia, menciptakan berbagai teknologi canggih yang faktanya dia hanya menirukan apa yang sudah ada berabad-abad yang lalu. Vegapunk mengaku bahwa dia mengingat semua hal yang terjadi pada masa lalu di otaknya.

Inilah alasan mengapa keputusan World Government untuk tidak menghancurkan buku-buku tersebut justru menjadi bumerang bagi mereka. Karena, faktanya isi dari buku-buku itu memberikan informasi penting yang kemudian bisa diakses siapa saja. Orang-orang yang membaca buku tersebut mungkin tidak akan tahu rahasia sebenarnya pada masa lalu. 

Tetapi, mereka bisa mendapatkan gambaran mengenai apa yang terjadi pada masa lalu dan mungkin petunjuk yang mengarah pada World Government sebagai otak dibalik abad kekosongan.

Baca Juga: Geger Penemuan Mayat Dihinggapi Belatung dalam Kamar di Pekanbaru

Load More