/
Kamis, 24 November 2022 | 15:30 WIB
Dewa 19 Umroh ; Dewa 19 ; Ahmad Dhani (Suara.com/Alfian Winanto)

Depok.suara.com - Musisi Ahmad Dhani melayangkan kritiknya kepada Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto. Dirinya melihat Prabowo Subianto tidak begitu baik dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat.

Hal ini disampaikan politisi Partai Gerindra tersebut saat menjadi tamu A
politikus senior Akbar Faizal di kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored. Pada perbincangan itu, Akbar Faizal memaksa Ahmad Dhani untuk mengkritik pemimpin di partainya tersebut.

Seperti diketahui, Ahmad Dhani sudah bergabung dengan Partai Gerindra dan merupakan salah satu sosok pendukung Prabowo. Namun, menurutnya, terdapat beberapa hal yang seharusnya dapat diperbaiki oleh sosok yang kini menjabat sebagai Menteri Pertahanan itu.

"Apa kritikmu yang paling keras kepada Pak Prabowo sebagai pimpinan parpol dan sebagai capres unggulan nantinya, menyangkut dengan bagaimana penyikapannnya terhadap peristiwa-peristiwa politik yang terjadi saat ini?" tanya Akbar Faizal, seperti dilihat dari YouTube Akbar Faizal Uncensored pada Kamis (24/11).

Pentolan Dewa 19 ini lantas menyebut komunikasi politik Prabowo Subianto menjadi sorotan, terutama dalam kaitannya dengan umat Islam. Dia melihat Prabowo Subianto kurang maksimal sehingga banyak pemilih yang berpindah kepada Anies Baswedan.

"Saya akan ngomong bahwa Pak Prabowo ini kurang perfect dalam komunikasi politik. Misalnya, saat pertama bergabung dengan pemerintahan Jokowi, harusnya komunikasinya lebih baik," ujar Dhani.

"Sehingga Pak Prabowo tidak ditinggal oleh umat seperti saat ini karena sekarang umat Islam larinya ke Anies Baswedan semua kan," ia menambahkan.

Bahkan dirinya menyakini bila tidak menghabiskan waktu di penjara, ia akan ikut membantu upaya komunikasi Prabowo dalam menjangkau para pendukungnya.

"Jadi seandainya waktu itu saya enggak dipenjara, saya berharap komunikasinya bisa lebih baik," tutur Dhani. "Jangan sampai Pak Prabowo ditinggal oleh konstituen, harusnya komunikasinya bisa lebih baik.”

Baca Juga: Kronologi Lengkap Kasus Penusukan Sopir TransJakarta di Ciracas

Dhani mengaitkan pernyataannya dengan jumlah pemilih Partai Gerindra dan Prabowo pada pemilihan umum dua tahun lalu. Menurutnya, saat itu Partai Gerindra meraup 17 juta suara, sedangkan yang memilih Prabowo hampir 70 juta.

"Artinya 50 juta itu enggak memilih Gerindra. Nah, yang 50 juta ini larinya ke mana?" tandasnya. "Itu yang harus diperbaiki, komunikasi politik itu penting."

Pernyataan Dhani ini seolah sejalan dengan pengakuan barisan emak-emak yang mengaku pernah menjadi pendukung Prabowo, tetapi kini sudah tidak berkenan mengulanginya lagi.

"Kok akhirnya (begini)? Mana yang Pak Prabowo, Sandi, yang waktu dia terakhir pidato di Hotel Sahid, 'Timbul dan tenggelam bersama rakyat, saya bersama emak-emak'? Tapi pada akhirnya setelah kejadian nasi goreng, di kereta, akhirnya tenggelam bersama rezim yang sekarang," protes seorang perwakilan mantan simpatisan Prabowo dan Sandiaga Uno yang hadir di podcast Refly Harun.

Load More