News / Nasional
Sabtu, 09 Mei 2026 | 15:18 WIB
Prabowo Tiba di Gorontalo, Tinjau Kampung Nelayan Leato Selatan. (Suara.com/Novian)
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto meninjau Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo untuk memeriksa fasilitas produksi perikanan pada 2026.
  • Kawasan yang dibangun selama tahun 2025 ini menyediakan infrastruktur pendukung seperti pabrik es, cold storage, dan pusat ekonomi.
  • Keberadaan fasilitas cold storage bertujuan menjaga stabilitas harga ikan serta meningkatkan efektivitas logistik bagi para nelayan setempat.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto melakukam kunjungan ke Gorontalo, usai dari Miangas. Kunjungan ke Gorontalo dalam rangka meninjau Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Leato Selatan.

Pantauan langsung Suara.com di lokasi, Prabowo tiba pukul 14.35 WITA menggunakan mobi kepresidenan, Maung.

Usai turun dari mobil, Prabowo langsung meninjau sejumlah fasilitas di KNMP Leato Selatan mulai dari cold storage hingga pabrik es portabel.

Kedatangan kepala negara disambut meriah oleh para nelayan turut hadir di KNMP Leato Selatan. Mereka mengabadikan momen kehadiran Prabowo saat meninjau.

Prabowo Tiba di Gorontalo, Tinjau Kampung Nelayan Leato Selatan. (Suara.com/Novian)

Melihat sambutan meriah dari bapak dan ibu nelayan, Prabowo kemudian menyapa mereka yang tengah duduk di tenda. Prabowo menyapa secara dekat para nelayan di KNMP Leato Selatan.

Mendampingi Prabowo, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

KNMP Leato Selatan Kota Gorontalo merupakan salah satu lokasi prioritas pembangunan KNMP Tahap I Tahun 2025 yang mulai dibangun pada 11 September 2025 dan berhasil diselesaikan tepat waktu pada 31 Desember 2025 di atas lahan seluas 3.895 m². 

Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara Kwandang, Yanwar Amri Yasman menyampaikan KNMP Leato Selatan memiliki sejumlah fasilitas produksi, penanganan hasil perikanan, dan layanan pendukung kawasan pesisir yang teintegrasi dengan pusat aktivitas ekonomi masyarakat nelayan.

Fasilitas-fasilitas tersebut, di antaranya fasilitas produksi seperti pabrik es dan cold storage. Fasilitas pendukung, antara lain tempat tambatan perahu, sentra pembongkaran ikan. Fasilitas untuk perbaikan seperti docking, fasilitas perbaikan jaring atau alat tangkap, serta bengkel.

Baca Juga: Pecah! Prabowo Joget Tabola Bale Bareng Warga Miangas Usai Hadiri KTT ASEAN

"Selain itu juga untuk kebutuhan melaut atau logistik nelayan itu tersedia kios perbekalan dan ada juga kios kuliner," kata Yanwar.

Yanwar mengatakan total hasil tangkapan nelayan di wilayah sebanyak 6 ton dalam satu tahun. Dengan rata-rata tangkapan setiap harinya sekitar 10 ton sampai 15 ton.

Keberadaan KNMP Leato Selatan yang berbatasan langsung dengan laut ini diharapkan dapat menjaga pasokan serta stabilitas hasil tangkapan nelayan.

Sebelumnya, nelayan harus menjual tangkapan pada hari yang sama untuk menjaga kesegaran ikan. Hal itu berdampak terhadap penurunan harga jika dalam kondisi puncak musim tangkapan karena produksi melimpah melebihi kapasitaa daya serap pasar.

"Nah, ketika sudah ada fasilitas cold storage di dalam lokasi KNMP, tentu pada saat harga turun, produksi melimpah, ikan bisa disimpan dulu di dalam cold storage yang bisa bertahan lebih dari satu tahun tentunya. Seperti itu. Kalau produk beku itu lebih dari satu tahun bisa," kata Yanwar.

Yanwar menyanpaikan cold storage di KNMP Leato Selatan memiliki dua fasilitas pembekuan dengan daya tampung satu ton dan fasilitas penyimpangan setelah dibekukan berkapasitas sepuluh ton.

Load More