/
Minggu, 11 Desember 2022 | 10:01 WIB
tak ada guru di SDN Pondok Cina 1, Depok (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/rwa)

Depok.suara.com - Sejumlah orang tua siswa dan dan murid SD Negeri Pondok Cina 1 menggelar perkemahan Sabtu Minggu (Persami) di lokasi sekolah. Hal ini setelah beredar kabar Pemerintah Kota Depok akan melakukan penggusuran fasilitas ini pada Minggu (11/12) subuh.

Diketahui sebelumnya beredar surat perintah penggusuran sekolah beredar di media sosial. Dalam surat itu tampak Kepala Satuan Pamong Praja Kota Depok Lienda Ratnanurdianny memerintahkan pemusnahan bangunan aset SDN Pocin 1 pada Minggu (11/12) pukul 04.00 WIB.

Dikabarkan akan ada 91 petugas memusnahkan yang dikerahkan untuk memusnahkan Gedung tersebut. 
Surat itu tampak ditandatangani Lienda pada 9 Desember 2022.

Berdasarkan unggahan dari @Depokhariini sekitar pukul 21.30 WIB, beberapa ibu dan anak duduk di lokasi, mereka berencana tinggal di dalam kelas-kelas SDN Pocin 1. Sejumlah relawan dan ormas Pemuda Pancasila tampak berjaga di depan sekolah.

Terlihat pula satu kain putih tertulis 'Pocin Bergerak' di dalam halaman sekolah yang ditandatangani para wali murid sebagai bentuk protes rencana penggusuran.

Pemkot Depok telah membatasi kegiatan mengajar belajar di SDN Pocin 1 paling lambat Jumat (9/12). Para siswa diminta pindah sekolah pada 12 Desember.

Pemkot Depok memutuskan lahan SDN Pocin 1 dialihfungsikan untuk pembangunan masjid. Sementara itu banyak protes dari pihak sekolah karena belum adanya lahan pengganti.

Warganet juga miris karena kejadian tersebut membuat anak-anak tidak bisa menjalankan sekolah dengan baik. Bahkan mereka harus menginap karena polemik tersebut.

"Ortu vs Pemkot= yang jadi korban tetaplah anak-anak hanya karena sebuah keegoisan," papar @Risegxxx

Baca Juga: Inggris Dikalahkan Prancis, Gareth Southgate Tak Mau Salahkan Harry Kane

"Kupingnya walikota lagi pake earphone gakbakal denger sama liat soal beginian," jelas @Yovixxx

"Kasihan deh bapak...gak tega sama adek2," Miris @dyahxxx

Load More