Depok.suara.com - Seorang pria mengomentari pendapat Najwa Shihab yang memilih tidak berhijab. Dirinya mengaku tak sepakat dengan alasan putri ulama besar itu untuk tidak berhijab.
Hal ini disampaikan pria tersebut melalui akun TikToknya yang diunggah ulang oleh akun @Rumpi_Gosip. Pada video tersebut dia juga menyampaikan alasan Najwa Shihab tidak tepat.
"Gua tidak mempermasalahkan keputusan beliau untuk berhijab atau tidak berhijab. Dan gua sangat menghormati itu, yang gua permasalahan di sini bukan di situ. Yang gua permasalahan adalah alasan beliau tidak berhijab," tegasnya.
"Yaitu banyak cara untuk mendapat keridhoan Allah. Dan itu bener banget emang sebanyak itu dan Allah maha baik," lanjutnya.
Namun dia menyatakan bahwa analogi Najwa Shihab soal hijab dengan kebaikan sangat tidak tepat. Tetapi bila hal tersebut dipercayai Najwa Shihab, jelasnya, dia harap tak sampai diumbar ke publik.
"Tapi melakukan kebaikan sama kewajiban jangan di sama ratakan. Dan kalau beliau mau hidup dengan analogi semacam itu go Ahead. Respect that keep it your self. Jangan ngomong in ke publik," tegasnya.
Pasalnya bagi pria ini Najwa Shihab memiliki pengaruh yang cukup besar di Indonesia. Dirinya khawatir bila pernyataan Najwa Shihab tersebut bisa mempengaruhi perempuan Indonesia.
"Dan ini udah diomongin berulang kali. Tidak hanya sekali. Masalahnya beliau bukan orang biasa. Dia orang yang power full di Indonesia. Dia kalau mau maju jadi Capres gua akan coblos dia janji. Se power full itu," jelasnya.
"Yang gua takutkan power full nya dia menginspirasi Perempuan-perempuan Indonesia. Karena menurut gua analoginya salah," pungkas pria tersebut.
Baca Juga: Sepanjang Tahun Ini, Investor Asing Catatkan Beli Bersih Rp 66,2Triliun
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Gugat Aturan Gelar Pahlawan Nasional ke MK, Trah Sultan HB II Bongkar Dugaan Penjegalan
-
Warga Sleman Mengeluh Mati Listrik Tiap Hari, PLN Buka Suara dan Beberkan Penyebabnya
-
Sambut HJB ke-544, Jurnalis Se-Bogor Raya Siap Adu Taktik di Lapangan Hijau Sentul
-
Bawa Pesan Khusus dari Prabowo untuk Jokowi? Ini Fakta Pertemuan Didit Hediprasetyo di Solo
-
Nenek 80 Tahun di Sedayu Bantul Tewas Tercebur Sumur Saat Menimba Air
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Niat Cari Untung Malah Buntung: Air Ciujung Tercemar, Modal Obat Padi Bengkak Dua Kali Lipat
-
Tolak Militerisasi Sipil hingga Kenaikan BBM, Mahasiswa Kepung DPRD Jatim Kritik Kebijakan Prabowo
-
Migrasi Pertamax ke Pertalite Mulai Terjadi di Jogja, Pasokan BBM Subsidi Ditambah 18 Persen
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional