Depok.suara.com - Kesedihan mendalam masih dirasakan oleh para pendukung timnas Prancis. Hal ini dikarenakan timnas Prancis gagal mewujudkan impian menjadi juara Piala Dunia saat dikalahkan Argentina lewat adu penalti dengan skor 4-2.
Kesedihan tersebut berujung tindakan nekat saat pendukung timnas Prancis melakukan segala cara untuk meminta laga final Piala Dunia 2022 diulang.
Caranya dengan membuat sebuah petisi online di situs jajak pendapat MesOpinions. Dalam petisi online ini, pembuat petisi yang menargetkan sebanyak 200 ribu orang menandatangani petisi online memprotes dua gol awal yang dicetak timnas Argentina di babak pertama.
Menurutnya, gol penalti Lionel Messi ke gawang timnas Prancis tidak sah karena Ousmane Dembele tidak melakukan pelanggaran kepada Angel Di Maria di dalam kotak terlarang.
Sementara itu, gol kedua Argentina dianggap tidak sah karena sebelum Di Maria mencetak gol, Kylian Mbappe dilanggar lebih dulu.
Saat berita ini ditulis, dikabarkan lebih dari 200.000 orang sudah menandatangani petisi online tersebut. Namun demikian sebesar apa pun usaha yang dilakukan para pendukung timnas Prancis, laga final Piala Dunia 2022 tetap tidak bisa diulang.
Sementara itu, keberhasilan timnas Argentina menjadi juara Piala Dunia 2022 dirayakan dengan gegap gempita oleh seluruh masyarakat Argentina.
Saat tiba di Argentina, Lionel Messi dan kawan-kawan langsung disambut layaknya seorang pahlawan dan diminta melakukan iring-iringan trofi Piala Dunia 2022. Sebanyak hampir empat juta orang memenuhi jalan-jalan di Buenos Aires untuk merayakan kemenangan timnas Argentina. ***
Sumber: SPORTbible
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim