/
Kamis, 05 Januari 2023 | 13:08 WIB
Potret penampakan rumah mewah Ibu Eny sebelum dibersihkan petugas (Tangkapan layar youtube)

Depok.suara.com, Rumah mewah Ibu Eny di kawasan Cakung Jakarta Timur yang terbengkalai dan terlihat tak berpenghuni menyimpan banyak misteri didalamnya.

Namun demikian tau kah anda awal mula terkuaknya misteri rumah mewah Ibu Eny hingga viral diseluruh platform media.

Berikut kronologi terkuaknya misteri rumah mewah Ibu Eny ke permukaan hingga akhirnya terungkap pula kondisi sang penunggu rumah yang berhasil dirangkum depok.suara.com dari berbagai sumber.

Terkuaknya misteri rumah mewah Ibu Eny yang  dibiarkan terbengkalai selama belasan tahun tersebut bermula saat seorang youtuber yang biasa membuat konten mistis dan tayang di kanal Youtube Bang Brew TV.

Sang Youtuber penasaran setelah melihat sebuah rumah mewah yang terbengkalai dan mencoba membuat konten misteri di rumah tersebut.

Kemudian, sang Youtuber tersebut langsung membuat konten dengan memasuki pelataran rumah untuk mengetahui lebih jauh apa misteri yang ada dalam tempat itu.

Namun, alangkah kagetnya si Youtuber setelah mengetahui ada sosok penunggu di rumah tersebut.

Dalam sebuah video di kanal Youtube Bang Brew TV, pemuda bernama Tiko yang tinggal dalam rumah mewah terbengkalai itu ternyata anak dari ibu Eny Sukaesih si pemilik rumah.

Dalam pertemuan tersebut, Tiko akhirnya mau membeberkan kondisi rumah yang ditempatinya tersebut dan kisah sang ibu.

Baca Juga: Jika Tak Kunjung Diberikan Solusi, Para Pedagang Jalan Perwakilan Bakal Nekat Buka Kiosnya Lagi

Tiko menyebutkan bahwa dulunya sang ibu pernah bekerja di sebuah perusahaan swasta dan menempati posisi yang cukup lumayan dan menjadi rekanan Departemen Keuangan.

Tiko mengisahkan, kedua orang tuanya dulu sangat sibuk bekerja hingga memiliki kehidupan yang mapan. 
"Rekanan departemen keuangan, sebagai rekanan," ujar Tiko dilansir dari Youtube Bang Brew TV, Rabu (4/1/2023).

"Papa sebagai ?" tanya Irfan san Youtuber.

"Sama (dengan mama), satu kantor, satu divisi, satu rekan," kata Tiko.

Lebih lanjut Tiko menuturkan, karena kerja keras orangtuanya, keluarganya sempat memiliki sopir pribadi dan pembantu untuk mengurusi rumahnya yang terbilang mewah.

"Dulu tuh tahunya orangtua sibuk kerja. Di rumah ini dihuni sama Tiko dan pembantu. Papa memang ada sopir dari kantor juga," ujar Tiko.

Sebelumnya, kata Tiko, saat masih hidup berjaya dengan kedua orangtua yang harmonis tidak seperti ini.

Keharmonisan dan kebahagiaan itu berubah sejak 2011 silam setelah Herman Moedji Susanto ayahnya memutuskan untuk berpisah dengan Ibu Eny.

Setelah berpisah dari ibun lanjut Tiko, ayahnya pulang kampung ke Madiun.

"Hal itulah yang menjadi pemicu sang ibu mengalami depresi hingga bertingkah bak orang dengan gangguan jiwa (ODGJ)," tuturnya.

Tiko mengaku, sang ayah berusia 80-an saat bercerai dengan ibunda ketika dirinya masih kecil.

Meski ibunya ODGJ, Tiko sempat menolak saat Ibu Eny dibawa dinas sosial ke rumah sakit jiwa dan memilih tetap bersama ibunya meski jalan yang ia ambil cukup berat.

Sementara Ibu Eny sangat sensitif dengan kehadiran orang yang tidak dikenalnya. Bahkan sempat menyerang orang yang datang ke rumahnya.

"Hal inilah yang membuat rumah tersebut tidak terurus dengan baik," ungkapnya.

Setelah tau rumah tersebut berpenghuni, pemilik akun Bang Brew TV mengontak Pratiwi Noviyanthi selaku Youtuber yang kerap mengunggah video soal kemanusiaan. 

Pratiwi kemudian mengubungi Dinas Sosial Kota Jakarta Timur dan langsung ditindaklanjuti.

Komandan Regu Tim Reaksi Cepat Suku Dinas Sosial Kota Jakarta Timur, Kurniawan mengatakan bahwa pihaknya langsung menindaklanjuti adanya laporan tersebut.

"Kita dari petugas P3S langsung menindaklanjut laporan yang diterima dari ibu Novi yang menghubungi saya dan rekan-rekan. Kami datang ke lokasi di Kelurahan Jatinegara,"  kata Kurniawan.

Saat tiba di lokasi, kata Kurniawan, dirinya melihat beberapa orang lainnya sudah berada di sana, termasuk tim Novi, Bang Brew TV, Tiko, dan petugas pengurus lingkungan setempat.

Lebih lanjut Kurniawan mengatakan, ternyata rumah mewah Ibu Eny dalam kondisi terbengkelai, tanpa aliran listrik dan air.

Rumah tersebut tak terurus sejak Eny si pemilik mengalami depresi pada tahun 2010 karena ditinggal suaminya.Untuk minum, Eny dan Tiko menggunakan air hujan. Sementara untuk keperluan memasak, Tiko menggunakan tungku. 

"Kalau bangunan yang saya lihat, seandainya posisinya rapi dan bersih, pasti mewah," tuturnya.

Kurniawan mengatakan bahwa rumah Eny dan Tiko terlihat seperti bangunan yang sudah tua karena kondisi bangunan secara umum tampak kokoh, termasuk atap yang dalam kondisi bagus.

"Ada beberapa fasilitas seperti kolam renang, kolam ikan, cuma sama sekali tak terawat," katanya.

Setelah diketahui Eny mengalami depresi dan tinggal di rumah yang terbengkelai, pihak Dinas Sosial Kota Jakarta Timur melakukan evakuasi terhadap Eny untuk dibawa ke rumah sakit jiwa (RSJ). Namun, proses evakuasi terhadap Eny tidaklah mudah lantaran ada penolakan dari Eny.

"Tiko sempat menolak keras bahwa ibunya enggak boleh dibawa ke Rumah Sakit (RS) karena bakal jauh dengan ibunya," terangnya.

Namun, kata Kurniawan, setelah dirinya dan sejumlah pihak lainnya terus melakukan perundingan dan pendekatan secara perlahan terhadap Tiko hingga akhirnya Tiko mengizinkan ibunya dibawa ke RSJ.

"Tapi Bu Eny nolak, bahkan sempat beberapa kali memukul petugas dan melawan. Tapi karena jumlah kita agak banyak, akhirnya bisa mengevakuasi," tutur Kurniawan.

"Dan Saat ini, Ibu Eny masih dirawat di RSJ Duren Sawit," sambungnya.

Load More